Kenali Tiga Tokoh Penting Sumpah Pemuda asal Jawa Timur ini

Sejak kecil ia tinggal bersama sang paman di Blora, Jawa Tengah. Paman Soegondo mendukung mereka dalam hal pendidikan. Setelah kematian pamannya, Soegondo kecil putus sekolah untuk beberapa waktu.

Selanjutnya, antara tahun 1911 – 1918, Soegondo bersekolah di HIS (Holland Indische School). Setelah itu dia meneruskan pendidikan ke MULO (Meer Uitgebried Lder Onderwijs) hingga 1921. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan di AMS (Agleemeene Midelbar School) Yogyakarta.

Soegondo muda menjalani karier sebagai tenaga pendidik dan wartawan lepas, hingga akhirnya mendapatkan kepercayaan menjadi Direktur Kantor Berita Antara pada 1941.

Bacaan Lainnya

Pada September 1926, Soegondo, RT. Djoksodipoero, Goelarso, Soewirjo, Darwis, dan Sigit bersama-sama mendirikan Perhimpoenan Pemoeda Peladjar Indonesia atau PPPI. Pada 1927, Soegondo diangkat sebagai Ketua PPPI.

Demi menyatukan kelompok pemuda dari berbagai wilayah, seperti yang terjadi pada Kongres Pemuda I, Soegondo dan rekannya mengorganisasi Kongres Pemuda II. Kongres ini dipimpin Soegondo dan diadakan pada 27-28 Oktober 1928. Setelah tiga kali rapat akhirnya menghasilkan Sumpah Pemuda.

3. R. Katjasoengkana

Katjasoengkana dilahirkan di Pamekasan, Madura, pada 24 Oktober 1908. Ia adalah keturunan R. Sosrodanukusumo dan Siti Rusuli. Ayahnya, Sosrodanukusumo, adalah seorang wedana yang pernah bertugas di Sampang dan Bangkalan.

Sosrodanukusumo merupakan lulusan terbaik Sekolah Pegawai Pangreh Praja (Mosvia) di Probolinggo, serta salah satu pendiri Sarikat Islam di Sampang. Ia juga aktif dalam perjuangan koperasi garam rakyat, untuk mencegah harga garam ditentukan sewenang-wenang oleh pemerintah Belanda.

Sosrodanukusumo menjadi anggota Java Instituut, sebuah lembaga kebudayaan Jawa yang didirikan pada Desember 1919. Beberapa karya tulisnya, seperti Johar Mutu Manikam, dimuat dalam publikasi berkala Java Instituut, Djawa.

Ibu Katjasoengkana memiliki keturunan Palembang-Jawa dan merupakan putri tunggal Mohammad Seman Kiemas. Kiemas adalah lulusan pertama Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (Stovia) dan merupakan salah satu pendiri Muhammadiyah di Sampang.

Pos terkait