Kemenag Luruskan Pernyataan Menag soal Fir’aun yang Viral

Menteri Agama Nasaruddin Umar. - KEMENAG
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menegaskan Menag Nasaruddin Umar tidak pernah menyamakan pihak mana pun dengan Fir’aun. Ia meminta publik membaca pernyataan secara utuh dan tidak terpancing potongan informasi.

Kementerian Agama meluruskan pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang viral dan menuai polemik di media sosial. Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menegaskan, Menag tidak pernah bermaksud menyamakan pihak tertentu dengan sosok Fir’aun.

Kamaruddin meminta masyarakat memahami pernyataan tersebut secara utuh sebagai ajakan menjaga etika komunikasi. “Saya sudah mendengarkan rekaman pernyataan Menag saat ditanya media di Makassar,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menyoroti frasa kunci yang luput dari pemberitaan. “Dalam rekaman itu tegas disebutkan bahwa Menag menutup pernyataan dengan kalimat ‘apalagi kalau orang itu bukan Fir’aun’. Frasa ini yang tidak dituliskan dalam banyak narasi dan berita,” tegasnya.

Pesan Akhlak Mulia, Bukan Perbandingan

Kamaruddin menjelaskan, pesan utama Menag justru menyoroti pentingnya akhlakul karimah dalam menyampaikan aspirasi. Menag merujuk pada kisah Nabi Musa dan Nabi Harun yang diperintahkan menggunakan bahasa santun bahkan kepada Fir’aun.

“Mari hindari memotong kalimat hanya untuk memancing emosi dan memunculkan kesalahpahaman. Mari jauhi upaya adu domba dan tetap jaga persatuan bangsa,” ajak Kamaruddin.

Pernyataan viral itu bermula saat Menag merespons pertanyaan media di Makassar pada 14 Juni 2026 terkait demo mahasiswa. Menag mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap mengedepankan akhlak mulia.

“Jadi, orang seperti Fir’aun pun juga perlu diberikan bahasa santun. Apalagi kalau orang itu bukan Firaun, ya kan?” ucap Menag dalam transkrip utuh yang dirilis Kemenag.

Pihak kementerian berharap klarifikasi ini meredakan kegaduhan dan mendorong masyarakat lebih bijak mencerna informasi. Membaca berita secara utuh dinilai sebagai langkah terbaik merawat kedamaian dan menghindari adu domba.***:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan