Israel Siapkan Serangan Hajar Iran, Dokumen Rencananya Bocor di Amerika Serikat

Serangan Iran ke Israel beberapa waktu lalu. Israel dilaporkan berencana membalas serangan ini dengan menyerang Iran, dan dokumen rahasia tentang rencana itu dikabarkan bocor. (Foto: REUTERS/Amir Cohen)
Presiden Joe Biden menyatakan keprihatinannya yang mendalam terkait kebocoran dokumen rahasia yang berisi penilaian AS tentang rencana Israel menyerang Iran.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby seperti dilansir BBC, pada Senin (21/10).

Pejabat keamanan AS hingga kini belum dapat memastikan apakah dokumen tersebut bocor akibat peretasan atau karena kebocoran dari dalam.

Ketua DPR AS, Mike Johnson, turut mengonfirmasi peredaran dokumen tersebut pada akhir pekan lalu.

Bacaan Lainnya

Dokumen-dokumen yang bersifat rahasia tersebut diyakini memuat pergerakan aset militer Israel yang tengah bersiap merespons serangan rudal Iran pada 1 Oktober lalu.

Pihak Iran, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi segala bentuk serangan dari Israel.

Dokumen yang diberi label rahasia tingkat tinggi ini dapat diakses oleh negara-negara yang tergabung dalam aliansi intelijen Five Eyes, yakni Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, menurut laporan CBS, mitra dari BBC di AS.

John Kirby menegaskan bahwa saat ini tidak ada indikasi bahwa dokumen tambahan akan beredar di ranah publik.

Ia juga menambahkan bahwa Presiden Biden akan secara aktif memantau penyelidikan untuk menemukan penyebab kebocoran tersebut. Kemudian mengambil langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Selama beberapa pekan terakhir, Israel telah mempertimbangkan kapan dan bagaimana akan merespons serangan rudal Iran.

Menteri Pertahanan Israel telah mengingatkan bahwa respons yang akan dilakukan akan “mematikan, tepat, dan mengejutkan.”

Dua dokumen rahasia yang bocor tersebut dilaporkan berasal dari Badan Intelijen Geospasial Nasional dan Badan Keamanan Nasional AS (NSA), yang diterbitkan melalui sebuah akun Telegram yang diduga memiliki afiliasi dengan Iran pada Jumat (18/10).

Ketua DPR AS, Mike Johnson, menyatakan keprihatinannya terhadap kebocoran ini dalam wawancara dengan CNN pada Minggu (20/10).

“Kebocoran ini sangat memprihatinkan. Ada tuduhan serius yang diajukan, penyelidikan sedang berlangsung, dan saya akan mendapatkan penjelasan lebih lanjut dalam beberapa jam,” ujar Johnson, politisi Partai Republik dari Louisiana.

Pentagon juga mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya mengetahui laporan mengenai dokumen tersebut, namun enggan memberikan komentar lebih lanjut.

Hingga kini, baik lembaga keamanan AS yang terlibat maupun pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi.

Menurut laporan CNN dan Axios, kebocoran ini kembali menegaskan bahwa AS memata-matai sekutu dekatnya, Israel.

Salah satu dokumen menyebutkan kemampuan nuklir Israel, yang selama ini tidak pernah diakui secara resmi oleh AS maupun Israel.

Dokumen ini juga tampaknya mengesampingkan penggunaan opsi nuklir dalam serangan yang direncanakan Israel terhadap Iran.

Seorang mantan pejabat intelijen AS menyampaikan kepada BBC bahwa kebocoran ini mungkin bertujuan untuk mengungkapkan skala rencana pembalasan Israel, dan kemungkinan besar untuk mengganggu pelaksanaan rencana tersebut.

Pemerintah AS kini tengah menyelidiki apakah kebocoran ini merupakan tindakan yang disengaja oleh pihak dalam AS atau hasil dari peretasan oleh pihak luar. Kedua dokumen ini diduga berdasarkan informasi satelit yang diperoleh pada 15-16 Oktober lalu.

Satu dokumen berjudul “Israel: Angkatan Udara Melanjutkan Persiapan Serangan terhadap Iran dan Mengadakan Latihan Kekuatan Besar Kedua,” yang merinci penanganan rudal balistik dan rudal udara-ke-permukaan.

Sedangkan dokumen kedua berjudul “Israel: Pasukan Pertahanan Melanjutkan Persiapan Amunisi Utama dan Aktivitas UAV Rahasia Hampir Pasti untuk Serangan terhadap Iran,” yang memuat pergerakan drone militer Israel.

Pada Jumat (18/10), Presiden Joe Biden mengungkapkan bahwa dirinya memiliki “pemahaman yang baik” tentang rencana Israel tersebut. Ketika ditanya oleh seorang reporter apakah ia mengetahui secara detail apa yang akan dilakukan Israel dalam menanggapi Iran dan kapan waktu responsnya, Biden menjawab singkat, “Ya, dan ya.” Namun, ketika diminta untuk menjelaskan lebih lanjut, ia hanya menjawab, “Tidak, dan tidak.”

 

Pos terkait