Indonesia Ajukan Proposal Beli Tanah di Makkah untuk Bangun Kampung Haji

Ilustrasi.- Sora/Samudrafakta
Pemerintah Indonesia akan mengajukan proposal pembelian tanah di Makkah pada 30 Oktober 2025. Lahan ini rencananya untuk membangun kompleks pemondokan atau Kampung Haji yang ditargetkan siap digunakan pada 2028.

__________

Pemerintah Indonesia resmi merencanakan pembelian tanah di Makkah untuk pembangunan kompleks khusus jamaah haji asal Indonesia. Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani mengatakan, proposal akan diajukan ke Pemerintah Arab Saudi pada 30 Oktober mendatang.

“Proposal mencakup penawaran harga hingga desain dan infrastruktur Kampung Haji. Mungkin pengumumannya sebelum Desember,” kata Rosan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/9).

Bacaan Lainnya

Selain tanah, pemerintah juga berencana membeli hotel di Makkah untuk mempercepat terwujudnya Kampung Haji. Ada delapan bidang tanah dengan luas 16–80 hektare yang ditawarkan Saudi. Lokasinya berjarak sekitar 1–2 kilometer dari Masjidil Haram.

Rosan mengungkapkan, Arab Saudi bersedia mengubah aturan kepemilikan tanah di Makkah bagi pihak asing. Mulai Januari 2026, Indonesia bisa membeli tanah dengan status hak milik penuh (freehold). “Beberapa bidang sudah ditawarkan, ada yang sangat dekat dengan Makkah, bahkan menempel,” ujarnya.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menargetkan Kampung Haji Indonesia bisa digunakan secara bertahap pada 2028. “Mungkin ada beberapa tower, satu sampai dua, diharapkan pada 2028 bisa dipakai,” ucapnya.***

Pos terkait