Jawa Timur jadi provinsi dengan kematian jemaah haji tertinggi nasional pada 2026 — 65 orang wafat. Pemerintah siapkan seleksi kesehatan lebih ketat untuk haji 2027.
Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan angka kematian jemaah haji tertinggi secara nasional pada musim haji 2026.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut 65 jemaah asal Jawa Timur wafat di Tanah Suci — tertinggi dibanding provinsi lain.
“Jawa Timur adalah salah satu daerah yang tingkat mortalitasnya tinggi. Hari ini 65 orang. Walaupun memang ada penurunan signifikan dibandingkan tahun yang lalu,” kata Dahnil di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jumat (12/6/2026).
Ia menyebut pada periode yang sama tahun lalu, jumlah jemaah Jatim yang wafat mencapai sekitar 104 orang.
Komorbid, Bukan Usia
Sebagian besar jemaah asal Jatim yang wafat memiliki riwayat penyakit penyerta berat atau komorbid.
Dahnil menegaskan usia bukan satu-satunya tolok ukur kelayakan ibadah.
“Kalau umur, ini bisa diperdebatkan karena bukan ukuran. Ada bapak-bapak kita yang umur 70 tahun petani tapi tetap sehat bugar. Sebaliknya, ada yang masih umur 40 atau 50 tahun tapi kondisinya sudah seperti lansia,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Seleksi Diperketat untuk Haji 2027
Kementerian Haji dan Umrah berencana memperketat persyaratan kesehatan bagi calon haji yang akan berangkat pada musim haji 2027, sebagai hasil evaluasi penyelenggaraan haji 2026.
“Tahun depan kami pastikan syarat kesehatan akan semakin ketat. Jangan sampai mereka yang memiliki banyak penyakit penyerta atau komorbid masih bisa diberangkatkan,” kata Dahnil di Malang, Jumat (12/6/2026).
Pemeriksaan medis pra-keberangkatan akan dijalankan lebih ketat, khususnya bagi calon jemaah dengan riwayat penyakit kronis.
Secara nasional, angka kematian jemaah haji Indonesia 2026 turun signifikan. Data resmi Siskohat per 31 Mei 2026 mencatat 134 jemaah wafat — jauh di bawah angka 267 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada musim haji 2025, total jemaah Indonesia yang wafat mencapai 446 orang berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Haji per 10 Juli 2025.***





