Lima kloter pertama telah tiba di Tanah Air. Dua jemaah masih dirawat di Arab Saudi, sementara satu jemaah dilaporkan wafat selama musim haji.
Proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Surabaya mulai berjalan. Hingga lima kelompok terbang (kloter) pertama, sebanyak 1.897 jemaah dan petugas telah tiba di Tanah Air atau sekitar 4 persen dari total 44.000 orang yang dijadwalkan kembali melalui Debarkasi Surabaya.
Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya per 1 Juni 2026 menunjukkan jumlah tersebut terdiri atas 1.861 jemaah asal Jawa Timur, 10 Petugas Haji Daerah (PHD), enam Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 20 petugas kloter.
Dari total jemaah dan petugas yang telah tiba, sebanyak 928 orang berjenis kelamin laki-laki dan 969 perempuan.
Dua Jemaah Masih Dirawat
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam mengatakan proses pemulangan berlangsung lancar berkat dukungan seluruh unsur pelayanan di bandara maupun Asrama Haji Kelas I Surabaya.
“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji berjalan dengan baik. Seluruh petugas terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal mulai dari kedatangan di bandara hingga penerimaan jemaah di Asrama Haji Kelas I Surabaya, sehingga jemaah dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Mohammad As’adul Anam dalam keterangannya, dikutip Rabu, 3 Juni 2026.
Selama operasional debarkasi hingga Kloter 5, tercatat tiga mutasi keluar. Rinciannya satu jemaah wafat di Arab Saudi dan dua jemaah belum dapat dipulangkan karena masih menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.
Dua jemaah yang masih dirawat tersebut adalah Abdul Djalal (67), asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 1 yang dirawat di RS Al-Noor, serta Mohammad Dzikri Muiz (65), asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 4 yang dirawat di RS Jeddah.
“Kami terus memantau kondisi jemaah yang masih dirawat di Arab Saudi melalui koordinasi dengan petugas kesehatan dan perwakilan haji Indonesia. Semoga seluruh jemaah yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat,” kata Anam.
Tiga Kursi Kosong
Dari sisi operasional penerbangan, tiga kloter tercatat tiba tepat waktu, sedangkan dua kloter mengalami keterlambatan. Hingga fase awal pemulangan, jumlah kursi kosong atau open seat tercatat sebanyak tiga kursi.





