Ribuan Mahasiswa UI Teken Petisi Copot Gus Yahya dari Majelis Wali Amanat

Ketua Majelis Wali Amanah UI sekaligus Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. - TV9
Lebih dari 2.300 mahasiswa Universitas Indonesia menandatangani petisi pencopotan Yahya Cholil Staquf dari Majelis Wali Amanat UI. Ia dinilai lalai usai mengundang akademikus pro-Zionis Peter Berkowitz.

__________

Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Kolektif Mahasiswa Universitas Indonesia Peduli Keadilan Palestina menggulirkan petisi pencopotan Yahya Cholil Staquf dari Majelis Wali Amanat (MWA) UI.

Petisi berjudul “Dukung Pencopotan Yahya Cholil Staquf dari Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia” itu dibuat pada 12 September 2025. Hingga Selasa (16/9) pagi, sebanyak 2.332 mahasiswa telah meneken.

Bacaan Lainnya

Yahya, yang menjabat Ketua MWA UI periode 2024–2029, disorot karena mengundang akademikus pro-Zionis asal Amerika Serikat, Peter Berkowitz, sebagai pembicara di acara UI pada 23 Agustus lalu.

Tangkapan layar petisi pencopotan Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua MWA UI yang ditandatangani ribuan mahasiswa UI. – Change.org
Kritik UI Student for Justice in Palestine

Universitas Indonesia Student for Justice in Palestine (UI SJP) menilai langkah Gus Yahya mencoreng sembilan nilai UI. Mereka menyebut Yahya punya rekam jejak kontroversial, termasuk kunjungannya bersama PBNU ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2018.

“Upaya membersihkan nama besar UI dari afiliasi Zionisme,” tulis UI SJP dalam latar belakang petisi.

UI SJP menegaskan pengundangan Berkowitz merusak nilai keadilan dan kemartabatan kampus, sekaligus melukai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Petisi terbuka bagi civitas dan alumni UI itu bakal diadvokasi UI SJP dengan rapat bersama Rektor UI dan unsur mahasiswa di MWA.

Yahya Minta Maaf

Yahya sebelumnya mengaku sebagai inisiator undangan Berkowitz. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan Rektor UI.

“Saya membuat keputusan tanpa pertimbangan teliti dan lengkap. Karena saya tidak ngeh tentang track record dia sebagai Zionis,” kata Yahya, Selasa (26/8).

Pos terkait