Sebanyak 44.000 jemaah dan petugas Embarkasi Surabaya telah diberangkatkan ke Tanah Suci. PPIH mencatat 80 kursi masih terbuka.
PPIH Embarkasi Surabaya menuntaskan operasional pemberangkatan jemaah haji 1447 H/2026 M. Hingga 21 Mei 2026 pukul 21.00 WIB, sebanyak 44.000 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Jumlah itu terdiri atas 43.236 jemaah dan 764 petugas. Dari total jemaah yang berangkat, 42.082 berasal dari Jawa Timur, 674 dari Bali, dan 480 dari Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan komposisi jenis kelamin, jemaah dan petugas yang telah berangkat terdiri atas 20.603 laki-laki dan 23.397 perempuan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam menyampaikan syukur atas kelancaran fase pemberangkatan. Ia menyebut operasional berjalan tertib dan sesuai jadwal.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai jadwal. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh petugas, stakeholder, serta dukungan masyarakat,” ujar Anam, Jumat, 22 Mei 2026.
Kursi Kosong Dioptimalkan
Dari sisi ketepatan waktu penerbangan, PPIH mencatat 111 kloter berangkat tepat waktu. Tidak ada keterlambatan maupun percepatan jadwal dalam catatan operasional tersebut.
Selama pemberangkatan, PPIH mencatat 194 mutasi keluar. Rinciannya meliputi jemaah sakit, jemaah hamil, pendamping, jemaah wafat di daerah, tunda berangkat, perpindahan nomor urut, perpindahan kloter, hingga kursi praman kosong.
Sementara itu, mutasi masuk tercatat 114 jemaah. Sebanyak 34 orang berasal dari daftar belum berkloter, sedangkan 80 lainnya berasal dari kloter lain untuk mengisi kursi kosong.
Hingga akhir operasional pemberangkatan, masih terdapat 80 kursi terbuka. PPIH menyebut pengisian kursi kosong terus dioptimalkan melalui mekanisme mutasi masuk agar kapasitas penerbangan tetap maksimal.
“PPIH terus melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong melalui mekanisme mutasi masuk agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan pelayanan kepada jamaah berjalan efektif,” kata Anam.
Satu Jemaah Wafat
Dalam pelayanan kesehatan, PPIH mencatat satu jemaah wafat di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Jemaah tersebut bernama Tini Atmin, 56 tahun, asal Kabupaten Gresik, Kloter 43, yang meninggal akibat sakit jantung saat dirawat di RSUD Haji Surabaya.





