“Pintu masuk dapur seharusnya ada penghalang plastik, namun di sana tidak ada. Lalu ada area yang kami tangkap, jangan-jangan tikus bisa lewat situ karena cukup besar lubangnya,” sambungnya.
Hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang dilakukan pada 11 Mei 2026 juga menunjukkan angka yang memprihatinkan. Operasional SPPG tersebut mendapatkan nilai 81,85% dengan kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena banyaknya standar higiene yang diabaikan.
Mengenai penyebab pasti keracunan, pihak berwenang masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan sampel klinis para pasien. Proses pemeriksaan di laboratorium ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh hari kerja.
“Hasil lab memakan waktu 5-7. Hari Senin nanti (keluar hasilnya),” tandasnya. ***





