Pemkot Surabaya mulai memetakan pekerjaan rumah yang bakal dikebut tahun depan. Penanganan banjir, pengaspalan jalan, hingga penerangan jalan umum (PJU) masuk daftar prioritas pembangunan 2027.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, proyeksi APBD Surabaya 2027 berada di kisaran Rp15 triliun. Namun, angka tersebut masih menunggu kepastian Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
“Jadi kita masih merencanakan dengan kembalinya TKD, termasuk dengan Dana Bagi Hasil yang akan diturunkan tahun ini. Jadi kita menghitung dengan tahun yang ini, sekaligus dengan perhitungan sebelumnya, maka kita sekitar Rp15 T-an,” kata Eri, dikutip Selasa (18/8/2026).
Menurut Eri, Pemkot Surabaya akan memusatkan anggaran 2027 pada sejumlah kebutuhan utama, yakni penanganan genangan, pengaspalan jalan, dan Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Jadi 2027 terkait pengaspalan jalan. Yang kedua terkait penerangan jalan umum. Yang ketiga, (penanganan) genangan air. Jadi prioritas kita itu,” ujarnya.
Pemkot Surabaya Siapkan Rp1 Triliun Lebih untuk Penanganan Banjir
Pemkot Surabaya menyiapkan anggaran lebih dari Rp1 triliun untuk menangani genangan pada 2027.
Eri mengatakan, intervensi akan diarahkan pada titik-titik genangan yang dinilai paling membutuhkan penanganan. Pemkot tidak akan menangani seluruh titik sekaligus karena keterbatasan anggaran.
“Insyaallah Rp1 triliun lebih. Jadi ada titik-titiknya nanti kita sepakati. Tidak bisa menyentuh semuanya, maka kita pastikan genangan airnya itu di mana, titik yang berkurang mana saja,” kata Eri.
Menurut dia, sekitar 200 titik genangan akan menjadi sasaran utama intervensi pada 2027. Jumlah tersebut merupakan bagian dari lebih dari 450 titik yang masih menjadi perhatian Pemkot Surabaya.
“Kita itu ada penurunan ada sekitar 200 titik. 200 titik itu tempat genangan air, tapi kalau ngomong titiknya, lebih dari 450,” ujarnya.
Eri menyebut jumlah titik genangan di Surabaya terus menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari sekitar 700 titik, jumlah tersebut kini turun menjadi sekitar 400 titik.
“Jadi dari tahun sebelumnya 700 (titik), turun jadi 400 titik. Jadi 200 titik perkiraan kita yang akan kita sentuh,” katanya.
Simo Kalangan hingga Tenggilis Jadi Perhatian
Sejumlah kawasan masuk dalam perhatian Pemkot Surabaya untuk penanganan genangan pada 2027.
Di antaranya Simo Kalangan, Tanjungsari, Margorejo, Jemursari, Medokan Semampir, hingga kawasan sekitar Jalan Raya Tenggilis Mejoyo atau SMA Negeri 14 Surabaya.
Eri mengatakan penentuan titik prioritas diperlukan agar penanganan genangan dapat dievaluasi secara berkala.
Menurut dia, Pemkot harus dapat mengukur apakah intervensi yang dilakukan benar-benar mampu mengurangi titik genangan.
“Maka harus kita tentukan titik-titiknya, sehingga nanti ke depannya ada evaluasi, benar enggak titik itu terlepas dari titik ada genangan atau tidak,” ujarnya.





