Haji Furoda Disebut Mengandung Unsur Penipuan, Banyak Pihak Setuju Sistem Ini Dihapus

Ilustrasi oleh Sora-Samudra Fakta

Kata Ilyas, kebijakan ini juga menjadi momentum emas bagi Indonesia untuk membersihkan ekosistem haji dari praktik ilegal. “Ini adalah kesempatan bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas sindikat haji ilegal yang selama ini merugikan masyarakat. Dengan tidak adanya visa Furoda, alasan bagi penipuan dan janji manis “jalur cepat” otomatis hilang.

Arab Saudi Menuju 8 Juta Jemaah Haji

Pengamat dan Praktisi Haji Umrah, Ilyas Shofwan, mengatakan, tidak terbitnya visa Furoda tahun ini merupakan cara otoritas Arab Saudi untuk mengantisipasi masalah yang timbul dari jemaah haji non-kuota resmi.  

“Pemeriksaan ketat dan berlapis jadi SOP harga mati. Haji mandiri dirasa lebih tidak ribet. Saya setuju visa Furoda dihapus,” ujar Ilyas kepada Samudrafakta, Rabu, 11 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang dalam proses mewujudkan visi menuju 8 juta jemaah haji tahun 2030. Pihak Arab Saudi sedang menunggu aplikasi resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah setempat. 

Aplikasi ini nantinya digunakan oleh jemaah haji dan umrah untuk merencanakan, memesan, dan menjalani ibadah —atau dikenal dengan nusuk sempurna

“Untuk merealisasikan tujuan itu, yang paling realistis adalah dengan haji mandiri. Asal kuota 8 juta terpenuhi, tak peduli dari negara mana yang masuk—mau Amerika Serikat, Mesir, India, Pakistan kek,” jelas Ilyas. 

Ilyas menambahkan, sepertinya Arab Saudi ingin memfasilitasi haji ke depan semudah pesan tiket perjalanan di platform perjalanan online.

Dia pun mengingatkan, ke depan tren penyelenggaraan haji bisa saja berubah total. 

“Jemaah haji ke depan bagi yang mampu. Maksudnya mampu secara digital, sesimpel pesan tiket perjalanan ke platform online“, tandas dia.*** 

Pos terkait