“Melalui musik, kita bisa menjembatani perbedaan dan menciptakan harmoni yang sejati,” kata dia, sebagaimana dikutip Asiasociety.
Koolulam, yang didirikan oleh Ben Yaffet, Michal Shahaf, dan Or Taicher, pernah menjadi fenomena viral di YouTube, dengan video-video mereka ditonton jutaan kali. Mereka menciptakan konser yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi seakan-akan juga membawa pesan kuat tentang kesetaraan, empati, dan persahabatan. Setiap pertunjukan mereka–termasuk yang diadakan di rumah sakit, sekolah, dan ruang publik lainnya–selalu berhasil menginspirasi banyak orang. Seakan memperkuat pesan bahwa agama bisa menjadi jembatan untuk cinta dan toleransi.
Saat acara dimulai, setiap orang di antara penonton, dari berbagai latar belakang dan keyakinan, bergabung dalam nyanyian bersama. Harmoni yang tercipta dari ratusan suara itu seakan memberikan lebih dari sekadar hiburan malam. Seolah menjadi bukti bahwa persatuan bisa dicapai di salah satu masyarakat yang paling terpecah-belah di dunia.
The Times of Israel melaporkan bahwa momen ketika umat Yahudi, Muslim, dan Kristen berkumpul bersama menyanyikan lagu Bob Marley di penghujung Ramadhan kala itu menunjukkan bahwa musik bisa menjadi alat yang kuat untuk koeksistensi dan perdamaian.
Tiket pertunjukan ini terjual habis dalam hitungan menit, menunjukkan betapa besar antusiasme masyarakat untuk turut serta dalam momen bersejarah ini. Dengan makin luasnya jangkauan Koolulam, para pendirinya berharap dapat membawa inisiatif ini ke seluruh dunia.
“Mereka melakukan perbuatan baik dengan membantu orang-orang terhubung seperti ini,” kata seorang wanita muda Israel saat pertunjukan One Love, sebagaimana direkam Asiasociety. “Saya sangat berharap kebersamaan ini akan terus berlanjut hingga akhir hayat,” harapnya.
Kunjungan Yahya dan partisipasinya dalam acara ini seakan-akan untuk membuktikan bahwa perdamaian dan persatuan adalah hal yang sangat mungkin, bahkan di tengah perbedaan yang paling ekstrim sekali pun–sebagaimana yang terjadi di Israel dan Palestina. Seakan memberikan harapan bahwa suatu hari nanti dunia bisa bernyanyi dalam harmoni satu cinta yang sama.





