Bursa Ketua PBNU Mulai Menghangat

Menag Nasaruddin Umar (berjas hitam) berpelukan hangat dengan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, disaksikan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, dalam sebuah pertemuan Senin (21/10/2024) di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat. - ISTIMEWA
Nama Nasaruddin Umar, Gus Yahya, dan Said Aqil Siroj mulai masuk bursa Ketua Umum PBNU jelang Muktamar ke-35 NU.

Bursa Ketua Umum PBNU mulai menghangat menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Tiga nama besar mencuat, yakni Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum PBNU petahana Yahya Cholil Staquf, dan mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut ketiganya punya rekam jejak panjang di NU. Ia menilai Nasaruddin, Gus Yahya, dan Said Aqil sama-sama pernah menempati posisi Katib Aam PBNU, dikutip dari Detik.

“Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, kiai Said kalau nggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam,” kata Gus Ipul di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Bacaan Lainnya
Semua Menunggu Kesediaan

Gus Ipul menegaskan peluang para tokoh itu tetap bergantung pada kesediaan masing-masing. Menurut dia, seluruh nama tersebut memiliki potensi, tetapi keputusan maju atau tidak berada pada tokoh yang bersangkutan.

“Jadi semuanya sebenernya punya potensi ya punya potensi tinggal berkenan apa nggak,” ujar Gus Ipul.

Masuknya nama Nasaruddin Umar juga direspons Gus Yahya. Ia menyatakan siapa pun warga NU berhak maju dalam kontestasi organisasi, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku di lingkungan jam’iyah.

Namun, status Nasaruddin sebagai Menteri Agama ikut menjadi sorotan. Gus Yahya mengingatkan adanya aturan NU mengenai larangan rangkap jabatan bagi pengurus harian pada posisi tertentu, dikutip dari Republika.

Lokasi Belum Diputuskan

Di luar bursa calon, persiapan Muktamar ke-35 NU terus berjalan. PBNU telah mengesahkan panitia Munas Alim Ulama, Konbes, dan Muktamar melalui surat bernomor 251/PB.01/A.II.01.01/99/05/2026 pada 8 Mei 2026, dikutip dari PBNU.

ANTARA melaporkan PBNU menyebut Muktamar ke-35 NU akan digelar pada 1–5 Agustus 2026. Namun, NU Online menulis penyelenggaraan Muktamar pada Agustus masih berkaitan dengan mandat panitia dan prosedur Munas-Konbes, dikutip dari ANTARA.

Sejumlah daerah masuk pembahasan sebagai calon tuan rumah, antara lain NTB, Sumatera Barat, dan Jawa Timur. Gus Ipul menyebut penentuan lokasi mempertimbangkan akses, sarana-prasarana, serta waktu persiapan yang pendek.

Dengan peta itu, Muktamar ke-35 NU bukan hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan. Agenda ini juga akan menguji konsolidasi elite, ketaatan pada aturan organisasi, dan arah NU memasuki babak baru setelah satu abad berdiri.***

Pos terkait