Di tengah jurang ekonomi yang melebar, gotong royong tidak hilang. Ia berganti wajah—dari sambatan di kampung hingga solidaritas digital—tetapi tetap butuh keadilan untuk bertahan. (Ilustrasi AI Generate)
Soekarno benar — gotong royong memang jiwa Indonesia. Pertanyaannya bukan apakah jiwa itu masih ada. Pertanyaannya: apakah kita masih memberinya tubuh untuk bergerak?***