Inggris menyatakan serangan drone di pangkalan militernya di Siprus bukan berasal langsung dari Iran.
Pemerintah Inggris menyatakan serangan drone terhadap pangkalan militer RAF Akrotiri di Siprus tidak dilakukan langsung oleh Iran.
Serangan itu terjadi pada Senin dini hari, 2 Maret 2026 waktu setempat, ketika sebuah drone menghantam area pangkalan udara milik Inggris tersebut.
Pangkalan RAF Akrotiri merupakan fasilitas militer utama Inggris di kawasan Mediterania timur yang sering digunakan untuk operasi militer di Timur Tengah.
Pejabat pemerintah Inggris menjelaskan bahwa drone yang menyerang pangkalan tersebut kemungkinan diluncurkan oleh kelompok militan yang berafiliasi dengan Iran di kawasan Timur Tengah.
Namun, pemerintah Inggris menegaskan tidak ada bukti bahwa serangan itu dilakukan langsung oleh militer Iran.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Otoritas militer Inggris juga menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi di pangkalan relatif terbatas.
Pangkalan Strategis Inggris di Timur Tengah
RAF Akrotiri memiliki posisi strategis dalam operasi militer Inggris di kawasan Timur Tengah.
Pangkalan ini kerap digunakan untuk mendukung operasi militer di Suriah dan Irak.
Selain itu, fasilitas tersebut juga menjadi basis operasi militer Inggris dalam menghadapi kelompok Houthi di Yaman.
Karena peran strategisnya, pangkalan tersebut menjadi salah satu aset militer penting Inggris di wilayah Mediterania timur.
Ketegangan Kawasan Kian Meluas
Insiden serangan drone ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus berkembang sejak akhir Februari 2026.
Serangan terhadap pangkalan militer Inggris di Siprus menambah kekhawatiran bahwa konflik tersebut berpotensi meluas ke wilayah lain.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Inggris meningkatkan kesiagaan militer di kawasan tersebut.
Penguatan sistem pertahanan pangkalan juga dilakukan untuk mencegah potensi serangan lanjutan.***





