Gaya Perang Drone Shahed-136: Iran Paksa AS Kuras Dana Pertahanan

Drone Shahed-136 milik Iran. - Middle East Images / AFP via Getty Images
Drone Shahed-136 buatan Iran menjadi ancaman mematikan di Timur Tengah. AS keteteran.

Berbekal strategi massal yang menguras rudal pencegat seharga miliaran, drone murah ini memicu krisis bagi pertahanan udara AS dan Israel dalam apa yang disebut Operasi Epic Fury.

​Senjata sederhana dan murah kini mendikte laju perang di Timur Tengah. Drone kamikaze Shahed-136 milik Iran, yang telah membuktikan keampuhannya di langit Ukraina, kembali menunjukkan keperkasaannya.

Kali ini, mereka menargetkan kepentingan Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Teluk dalam eskalasi yang meningkat secara drastis, dikenal dengan Operasi Epic Fury.

Bacaan Lainnya

​Akhir pekan lalu, rentetan serangan udara menembus berbagai wilayah dari Manama (Bahrain), Kuwait, hingga Uni Emirat Arab (UEA). Rekaman dari New York Times menunjukkan detik-detik saat sejumlah drone menghantam bangunan di ketiga negara tersebut. Di Manama, drone yang meluncur menabrak sisi gedung apartemen bertingkat tinggi sehingga memicu kebakaran.

​Drone ini bukan senjata mutakhir, dan di situlah keunggulannya. Shahed-136 dirancang sebagai kendaraan udara tak berawak berbiaya rendah yang terbang menuju target yang telah ditentukan seperti rudal berpemandu. Namun, strategi Iran menempatkan senjata ini bukan pada presisi, melainkan pada kemampuan diproduksi massal dan menghujani sasaran secara berlebihan.

​Perang Asimetris di Udara: Drone Rp590 Juta vs Pencegat Rp67 Miliar

​Analisis efektivitas senjata dalam konflik modern kembali menjadi perbincangan, membandingkan biaya satu drone kamikaze Iran yang diperkirakan sekitar US35.000 (Rp 590 juta) dengan rudal pencegat AS seperti rudal Patriot PAC-3 yang membutuhkan biaya hingga US4 juta atau sekitar Rp67,5 miliar untuk setiap kali tembak.

​Ahli perang drone dan penulis buku Drone Wars, Seth Frantzman, menyoroti realitas ekonomi di balik pertempuran ini. “Kemampuan drone mematikan dengan harga yang sangat murah ini telah mengubah cara perang dilakukan,” ungkapnya.

​”Sistem ini seolah memberi Iran sistem senjata murah sekelas angkatan udara. Meski mungkin tidak seefektif senjata lain, harga yang rendah dan produksi massal mengubah kalkulasi.”

Pos terkait