Inggris Pimpin 40 Negara Buka Selat Hormuz, AS Absen

Citra satelit Planet Labs PBC menunjukkan kapal-kapal terbakar di Bandar Abbas, pelabuhan militer utama Iran di dekat Selat Hormuz. — Planet Labs/Reuters
Koalisi pimpinan Inggris menyiapkan pertemuan perencana militer minggu depan. Ada 2.000 kapal terjebak, harga minyak tembus USD100 per barel.

Sebanyak 40 negara di bawah pimpinan Inggris resmi membentuk koalisi diplomatik untuk membuka blokade Selat Hormuz oleh Iran. Langkah ini diambil tanpa melibatkan Amerika Serikat.

Koalisi tidak hanya menandatangani pernyataan bersama. Mereka telah menyusun rencana tindak lanjut berskala global—mulai dari koridor kemanusiaan hingga pertemuan militer terbatas.

Inggris Siapkan Pertemuan Militer

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, memimpin pertemuan virtual pada Kamis (2/4/2026). Inggris akan menjadi tuan rumah pertemuan perencana militer minggu depan.

Bacaan Lainnya

Langkah ini menunjukkan bahwa koalisi tidak hanya mengandalkan pernyataan, tetapi mulai menyusun skenario teknis pengamanan jalur pelayaran.

“Dampaknya terasa pada harga bensin dan suku bunga kredit properti di Inggris, bahan bakar jet global, pasokan pupuk ke Afrika, hingga distribusi gas ke Asia,” tegas Cooper, dikutip dari BBC.

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper. – Reuters
Krisis Nyata: 2.000 Kapal Terjebak

Validasi lintas sumber mengungkap skala krisis yang lebih besar dari perkiraan awal. Sebanyak 20 persen pasokan minyak dunia terganggu. Harga minyak mentah melonjak di atas USD100 per barel.

Sekitar 1.900 hingga 2.000 kapal dan 20.000 awak kapal terjebak di sekitar Selat Hormuz. Blokade ini dipicu oleh serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, dilansir Bloomberg .

Peta Kekuatan Baru Tanpa AS

Salah satu pergeseran geopolitik paling signifikan adalah absennya AS. Presiden Donald Trump dengan tegas menyatakan bahwa pembukaan Selat Hormuz “bukan lagi tanggung jawab AS” dan mendesak sekutu untuk “mengumpulkan keberanian” sendiri .

Namun, celah diplomatik justru muncul dari arah tak terduga. Iran dilaporkan telah memberikan izin lintas bagi kapal-kapal dari negara “sahabat” , termasuk China, Rusia, India, Pakistan, Irak, Malaysia, Thailand, Bangladesh, dan Indonesia .

Pos terkait