Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Sutikno, menyatakan bahwa pemajangan fisik uang itu perlu agar masyarakat tidak menganggap penyidikan Kejagung hampa hasil.
Menlu Sugiono menyebut Dubes RI “ditolak” masuk pemakaman Khamenei akibat protokol mendadak. Tapi versi lain menyebut Iran sudah kesal duluan — RI baru mengirim Menlu setelah dikritik publik.
Headline
Kategori: Analisis dan Opini
Persekusi Retret Sukabumi dan Luka Lama yang Tak Kunjung Diobati
Benda-benda rusak bisa diganti. Tapi rasa aman?
Bobby Nasution Bersedia Diperiksa KPK, Tapi Siapa yang Berani Memanggilnya?
Kasus ini bukan hanya soal korupsi proyek jalan bernilai ratusan miliar rupiah, tetapi juga soal seberapa berani lembaga antirasuah menyentuh aktor-aktor yang masih berkuasa dan memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan pusat, termasuk keluarga mantan presiden.
Anak-anak Sakit karena Gula, Tapi Solusi Masih Diam di Atas Meja
Apakah ini karena kekuatan industri gula terlalu besar untuk disentuh? Atau karena kesehatan publik belum cukup “menguntungkan” untuk diperjuangkan?
Negara Sebenarnya Tak Perlu Menguping Terlalu Dekat
Di zaman ketika telepon genggam lebih jujur daripada buku harian, ruang privat menjadi barang mahal. Dan kalau negara tak tahu cara menjaga jarak, kita bisa kehilangan lebih dari sekadar privasi—kita bisa kehilangan rasa aman.
Setelah Gencatan Senjata Iran-Israel: Senjata Diam, Ekonomi Masih Terancam
Diversifikasi ekspor bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Kita tak bisa terus bergantung pada komoditas mentah yang sensitif terhadap harga energi.
Pertanian Bukan Sekadar Urusan Tanam-Panen — Ini Soal Bertahan Hidup sebagai Bangsa
Saat negara-negara lain berebut akses pangan, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri—karena hanya bangsa yang bisa memberi makan rakyatnya sendiri yang bisa bicara tentang kedaulatan.
Gibran di Kota Bung Karno: Ziarah, Simbol, dan Kesunyian Politik
Inikah pertanda bahwa trah kekuasaan telah berpindah? Dari darah Sukarno ke darah Jokowi? Dari Blitar ke Solo? Dari sejarah ke strategi?
Menagih Keberpihakan Prabowo Gibran pada Industri Perbukuan: Sebuah Catatan Kritis Hari Buku Nasional
Enam bulan pemerintahan Prabowo Gibran, nasib industri buku nasional tak berubah signifikan. Tetap saja nelangsa dan terseok-seok. Malah banyak penerbit yang gulung tikar dan sebagian menuju senjakala.
Menatap Masa Depan, Menghidupkan Tut Wuri Handayani
Kita tidak sekadar mendidik anak agar lulus ujian. Kita menyiapkan mereka menghadapi dunia kompleks: krisis iklim, kerawanan pangan, dan godaan korupsi nyata.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









