Mengapa pemerintah seperti kesulitan membangunkan rumah layak, padahal begitu lihai membangun jalan tol, bandara, dan kawasan ekonomi khusus?
Kategori: Analisis dan Opini
Ironi Korupsi Tata Niaga Timah: Rp271 T Kerusakan Lingkungan ‘Diabaikan’ Hukum, Alam Jadi Korban Tak Tercatat
Skandal timah ini harusnya menjadi momentum memperluas definisi pidana korupsi, agar alam tak hanya jadi objek eksplotasi, tapi juga subjek perlindungan hukum.
Kejagung Pajang Uang Triliunan Dua Kali dalam Tiga Pekan, Tapi Koruptornya ke Mana?
Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Sutikno, menyatakan bahwa pemajangan fisik uang itu perlu agar masyarakat tidak menganggap penyidikan Kejagung hampa hasil.
Persekusi Retret Sukabumi dan Luka Lama yang Tak Kunjung Diobati
Benda-benda rusak bisa diganti. Tapi rasa aman?
Bobby Nasution Bersedia Diperiksa KPK, Tapi Siapa yang Berani Memanggilnya?
Kasus ini bukan hanya soal korupsi proyek jalan bernilai ratusan miliar rupiah, tetapi juga soal seberapa berani lembaga antirasuah menyentuh aktor-aktor yang masih berkuasa dan memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan pusat, termasuk keluarga mantan presiden.
Anak-anak Sakit karena Gula, Tapi Solusi Masih Diam di Atas Meja
Apakah ini karena kekuatan industri gula terlalu besar untuk disentuh? Atau karena kesehatan publik belum cukup “menguntungkan” untuk diperjuangkan?
Negara Sebenarnya Tak Perlu Menguping Terlalu Dekat
Di zaman ketika telepon genggam lebih jujur daripada buku harian, ruang privat menjadi barang mahal. Dan kalau negara tak tahu cara menjaga jarak, kita bisa kehilangan lebih dari sekadar privasi—kita bisa kehilangan rasa aman.
Setelah Gencatan Senjata Iran-Israel: Senjata Diam, Ekonomi Masih Terancam
Diversifikasi ekspor bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Kita tak bisa terus bergantung pada komoditas mentah yang sensitif terhadap harga energi.
Pertanian Bukan Sekadar Urusan Tanam-Panen — Ini Soal Bertahan Hidup sebagai Bangsa
Saat negara-negara lain berebut akses pangan, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri—karena hanya bangsa yang bisa memberi makan rakyatnya sendiri yang bisa bicara tentang kedaulatan.
Gibran di Kota Bung Karno: Ziarah, Simbol, dan Kesunyian Politik
Inikah pertanda bahwa trah kekuasaan telah berpindah? Dari darah Sukarno ke darah Jokowi? Dari Blitar ke Solo? Dari sejarah ke strategi?
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









