Buku Karya Najwa Shihab Dibakar Warganet gegara Sindir Jokowi, Apa Maknanya bagi Demokrasi?

Presenter Najwa Shihab dan tangkapan layar bukunya yang dibakar. (Kolase Istimewa)

Pengguna media sosial X menyoroti banyaknya serangan untuk mantan pembawa acara Mata Najwa itu. Menurut seorang pengguna X dengan nama akun @dew***, serangan untuk Najwa Shihab dilakukan untuk membunuh karakter presenter yang dikenal kritis itu.

Fyi, serangan untuk ‘mematikan karakter’ Najwa Shihab ini udah dimulai pasca peringatan darurat. Bisa diliat sendiri gimana isi komentar di tiktoknya beliau selama kurang lebih dua bulanan ini. Selain dihujani ujaran rasis, bayangin Mba Nana juga sampe dilecehin begini,” tulis keterangan unggahan @dew*** dengan menyertakan komentar warganet TikTok yang melecehkan Najwa Shihab.

Hal serupa diungkapkan oleh @suf*** yang menyebutkan, apa yang terjadi pada Najwa Shihab adalah bentuk dari pembunuhan karakter karena mengkritisi pemerintah. “Apa yang terjadi kepada Mba Najwa Shihab adalah bentuk nyata dari pembunuhan karakter (character assassination) atas keberaniannya dalam mengkritisi pemerintahan Indonesia. Jangan biarkan ancaman tidak bermoral ini terus terjadi, karena dapat menggiring opini bagi generasi muda ke arah informasi yang salah akibat ketidaktahuan mereka atas isu-isu terkini,” tulisnya.

Bacaan Lainnya

Akun @raff*** pun mengaku sedih dengan serangan yang diterima oleh Najwa Shihab. “Semenjak peringatan darurat, mba Nana udah sering diserang secara masif. Makin brutal lagi setelah “nebeng” ini digiring sama beberapa pihak. Sedih.”

Tak sekadar menghujat, para pembenci itu melakukan aksi tak terpuji sebagai upaya pembungkaman aksi kritis. Buku-buku Najwa Shihab dibakar.

Efek cuaca panas, bisa keluar api gini. Menyala Mbak Nana,” demikian tulisan dari video yang ditangkap layar dan disebarkan di X.

Tidak hanya warganet, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga ikut menyampaikan pendapatnya tentang pembakaran buku itu. Anies mengutip kembali cuitan yang pernah dibuatnya pada 2021 lalu.

Menengok kembali twit tiga tahun lalu tentang buku, tentang pikiran, tentang perdebatan, terasa makin relevan,” tulis Anies dalam cuitannya, Selasa, 29 Oktober 2024.

Pos terkait