Sebetulnya, sudah 45 persen perkeja dan pengusaha di Indonesia yang telah menggunakan aplikasi AI. Dilansir dari databoks.katadata.co.id, (26/6/2023), berdasarkan hasil survei Populix, hampir setengah atau 45 persen pekerja dan pengusaha di Indonesia telah menggunakan aplikasi AI. Menurut survei tersebut, ChatGPT merupakan aplikasi AI yang paling banyak digunakan di Indonesia. Tercatat, sebanyak 52 persen responden telah menggunakan platform AI generatif tersebut.
“Hampir separuh responden pernah mencoba platform berbasis AI dengan ChatGPT sebagai yang tertinggi (digunakan) diikuti oleh Copy.ai,” kata Populix dalam laporannya. Proporsi responden yang mengatakan telah menggunakan Copy.ai yaitu sebanyak 29 persen responden.
Lalu, posisi selanjutnya ada Luminar AI dan Oracle, yang masing-masing digunakan oleh 18 persen dan 15 persen responden. Ada pula Dall-e dan Lalal.ai yang sama-sama digunakan oleh 12 persen responden. Sementara, hanya 11 persen responden yang mengaku menggunakan Outmatch untuk mendukung pekerjaannya.
Survei itu juga menunjukkan bahwa mayoritas responden menggunakan aplikasi AI lebih dari satu kali dalam sebulan, yaitu sebanyak 40%. Diikuti responden yang menggunakan aplikasi tersebut sebanyak satu kali sebulan (27 persen) dan setiap dua bulan sekali (11 persen).
Populix melakukan survei tersebut secara daring pada April 2023 terhadap 530 responden pekerja dan pengusaha di Indonesia—dari total 1.014 responden yang terlibat. Proporsi responden tercatat seimbang yaitu perempuan dan laki-laki, masing-masing 50 persen. Mayoritas responden berasal dari pulau Jawa (76 persen), diikuti pulau Sumatra (14 persen), dan pulau lainnya (10 persen). Responden berasal dari kelompok usia 17-55 tahun, didominasi oleh kelompok usia 17-25 tahun (51 persen), disusul kelompok usia 26-35 tahun (33 persen).
Siapkah kita menyambut perubahan revolusioner dalam budaya kerja manusia ini?*





