Berkat Kecerdasan Buatan, Manusia Cukup Bekerja 3 Hari dalam Seminggu

Proses Peralihan Menuju AI

AI dapat memberikan manfaat besar bagi produktivitas, perawatan kesehatan, dan pendidikan. Ia juga menjelaskan tentang potensi asisten pribadi bertenaga AI yang pada akhirnya dapat membantu hampir semua aktivitas dan bidang kehidupan apa pun secara daring. Dampak AI di masa depan terhadap pekerjaan dan alur kerja semakin meningkat seiring semakin banyaknya perusahaan yang beralih ke teknologi ini.

Pada bulan April 2023, World Economic Forum menemukan bahwa hampir tiga perempat perusahaan yang disurvei di seluruh dunia mengindikasikan bahwa mereka kemungkinan akan mengadopsi AI. Setengah dari perusahaan yang disurvei mengatakan bahwa mereka berharap AI dapat menciptakan pertumbuhan pekerjaan, sementara 25 persen berpikir bahwa AI akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja.

Bacaan Lainnya

Gates bukanlah satu-satunya “raksasa bisnis” yang memperkirakan bahwa AI bisa membuat manusia bekerja lebih singkat dalam seminggu. CEO JPMorgan, Jamie Dimon, turut mengatakan bahwa generasi pekerja berikutnya bisa bekerja hanya 3,5 hari dalam seminggu berkat AI.

“Anak-anak Anda akan hidup sampai usia 100 tahun dan tidak menderita kanker berkat teknologi. Sebab, mereka mungkin hanya akan bekerja tiga setengah hari dalam seminggu,” kata Dimon.

Ilustrasi Canva.

Sebagai informasi, saat ini, sejumlah perusahaan di Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara di luar negeri telah menguji efektivitas empat hari kerja dalam seminggu. Beberapa melaporkan bahwa uji coba ini memberikan hasil positif terkait peningkatan keseimbangan dan efisiensi kehidupan kerja. Perusahaan AI asal AS, OpenAI, yang mengembangkan ChatGPT, dinobatkan sebagai aplikasi konsumen dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah. Microsoft juga banyak berinvestasi dalam proyek ini.

Lantas, apa perusahaan-perusahaan di Indonesia siap dengan penerapan bekerja cukup 3 hari dalam seminggu? Siapa tahu dengan sistem demikian, banyak karyawan yang selamat dari kondisi di mana tubuh mengalami kelelahan, baik secara fisik, emosional, dan juga mental karena terlalu banyak bekerja (burn out syndrome). 

Pos terkait