Bahagia Itu Sederhana, Asal Tidak ‘Salah Mikir’

Ilustrasi Canva.

Dalam relasi antar-manusia, kata Epicurus, kebahagiaan yang sebenarnya ada pada hubungan pertemanan. Sahabat. Pertemanan lebih membahagiakan daripada pacaran. Teman itu tulus. Dia tidak menuntut apa-apa, yang penting senang-senang bersama.

Makanya, ketika Anda menyatakan suka pada seseorang, tetapi dijawab, “kita berteman saja, ya,” tanggapilah jawaban tersebut dengan positif. Itu artinya dia mengajak Anda untuk membangun hubungan yang lebih berkualitas. Ingatlah kata Epicurus, bahwa pertemanan itu lebih tulus dan membahagiakan daripada hubungan romantis.

Bacaan Lainnya

Makanya, hati-hati mengidentifikasi kebahagiaan dalam relasi antar-manusia. Seringkali orang salah dengan menganggap bahwa hubungan terbaik dan paling menyenangkan adalah hubungan romantis. Padahal—menurut Epicurus—yang terbaik adalah hubungan pertemanan.

Kesalahan kedua adalah, banyak orang menganggap harta dan uanglah sumber kebahagiaan. Karena itulah orang bekerja demi mendapatkannya.

Menurut Epicurus, itu keliru. Kebahagiaan itu bukan pada uang yang kita punya. Tetapi, kebahagiaan itu adalah ketika kita berbuat sesuatu. Kita melakukan sesuatu, memproduksi sesuatu, dan mengubah sesuatu—atau kita bekerja—itulah yang membahagiakan.

Konsep Epicurus ini, sedikit banyak, hampir sama seperti konsep eksistensi manusia ala Karl Marx. Epicurus sudah melontarkan konsep itu jauh sebelum Marx lahir, apalagi melahirkan gagasan tersebut.

Kita bahagia karena kita melakukan sesuatu, bukan karena uang. Orang yang banyak uang tetapi tidak tahu mau ngapain tentu tidak bahagia, kan? Dia bingung dan tidak nyaman. Dia selalu ingin melakukan sesuatu.

Maka dari itu, awas, jangan misidentifikasi. Uang bukanlah sumber kebahagiaan. Jika uang itu sumber kebahagiaan, maka orang yang paling malang adalah orang yang tidak punya uang. Tetapi, faktanya, di dunia ini orang yang banyak masalah adalah orang yang banyak uangnya.

Orang miskin yang dipikirkan paling cuma satu, yaitu “bagaimana caranya mendapatkan uang”. Sementara orang kaya pikirannya macam-macam: uangnya mau dibuat apa, mau investasi di mana, mau liburan ke mana, macam-macam lah. Banyak pikiran adalah ciri-ciri orang yang tidak bahagia. Makanya, banyak orang yang ngomong kalau uang itu bukan sumber kebahagiaan—seperti Epicurus ngomong berabad-abad lalu.

Bukan berarti kita tidak boleh punya uang. Boleh. Hanya saja, jangan menganggapnya sebagai sumber kebahagiaan.

Pos terkait