Al-Bassami juga mengungkapkan, Keamanan Publik telah menolak sekitar 110.000 kendaraan di pintu masuk Mekkah karena diduga mengangkut jemaah tanpa izin. Selain itu, lebih dari 5.000 kendaraan disita karena berencana membawa jemaah ilegal. Keamanan Publik Arab Saudi juga telah mengaktifkan pos pemeriksaan permanen di pintu masuk Mekkah untuk menangkap para pelanggar.
“Keamanan Publik Arab Saudi juga telah memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat rencana keamanan guna menindak para pelanggar regulasi Haji,” tegas dia.
Langkah ini diambil agar tragedi musim haji sebelumnya, di mana banyak korban meninggal akibat suhu panas ekstrem, tak kembali terjadi. Sebagian besar korban diketahui tidak terdaftar secara resmi dan tidak mendapatkan perlindungan atau akses layanan medis resmi dari pemerintah Saudi.
Untuk mencegah insiden serupa, pemerintah Arab Saudi juga mulai menggunakan teknologi drone untuk pengawasan massa, pelacakan kerumunan, dan pemadaman kebakaran selama musim haji berlangsung.
Pemerintah Arab Saudi mengingatkan seluruh Muslim dunia bahwa haji hanya boleh dilaksanakan satu kali seumur hidup bagi yang mampu, dan harus dilakukan sesuai prosedur resmi demi keamanan dan kelancaran ibadah berjamaah dalam skala masif. ***





