Arab Saudi Cabut Izin Operasional 400 PIH Bermasalah, Usir 450 Ribuan Calhaj Ilegal, dan Sita 5.000 Kendaraan di Pintu Masuk Mekkah

Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi Mayjen Dr. Hamoud bin Suleiman Al-Faraj, Direktur Keamanan Publik dan Ketua Komite Keamanan Haji, Letnan Jenderal Mohammed Al-Bassami, dan pejabat terkait menggelar konferensi pers terkait keamanan haji 2025, di Markas Besar 911, Mekkah.| AP

“Petugas Keamanan Publik telah menangkap 1.239 orang yang berupaya mengangkut jemaah haji ilegal, dan memberikan sanksi kepada lebih dari 75.000 pelanggar aturan haji. Tim keamanan juga membongkar lebih dari 415 kantor haji palsu,” kata Al-Bassami, dalam konferensi pers bersama para komandan keamanan Haji di Makkah di kantor Direktorat Jenderal Keamanan Publik, Mekkah, pada Ahad.

Al-Bassami juga mengungkapkan, Keamanan Publik telah menolak sekitar 110.000 kendaraan di pintu masuk Mekkah karena diduga mengangkut jemaah tanpa izin. Selain itu, lebih dari 5.000 kendaraan disita karena berencana membawa jemaah ilegal. Keamanan Publik Arab Saudi juga telah mengaktifkan pos pemeriksaan permanen di pintu masuk Mekkah untuk menangkap para pelanggar.

“Keamanan Publik Arab Saudi juga telah memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat rencana keamanan guna menindak para pelanggar regulasi Haji,” tegas dia.

Bacaan Lainnya

Langkah ini diambil agar tragedi musim haji sebelumnya, di mana banyak korban meninggal akibat suhu panas ekstrem, tak kembali terjadi. Sebagian besar korban diketahui tidak terdaftar secara resmi dan tidak mendapatkan perlindungan atau akses layanan medis resmi dari pemerintah Saudi.

Untuk mencegah insiden serupa, pemerintah Arab Saudi juga mulai menggunakan teknologi drone untuk pengawasan massa, pelacakan kerumunan, dan pemadaman kebakaran selama musim haji berlangsung.

Pemerintah Arab Saudi mengingatkan seluruh Muslim dunia bahwa haji hanya boleh dilaksanakan satu kali seumur hidup bagi yang mampu, dan harus dilakukan sesuai prosedur resmi demi keamanan dan kelancaran ibadah berjamaah dalam skala masif. ***

Pos terkait