Pengamat menilai, pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang mengaku mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto agar Menteri Kabinet Merah Putih merapatkan barisan adalah manuver politik untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2029
__________
Pengamat politik dan Direktur Eksekutif Survei and Polling Indonesia, Igor Dirgantara, menilai, kans pemerintahan di Indonesia sejak era Reformasi punya masa waktu pemerintahan 10 tahun alias dua periode.
Oleh karena itu, kata dia, wajar bila para menteri yang juga ketua partai—termasuk Muhaimin—bermanuver untuk mengambil hati Prabowo, agar bisa menjadi pasangannya di Pilpres 2029.
“Seperti, misalnya, yang dilakukan Cak Imin mengumpulkan menteri-menteri. Dia sedang bermanuver buat 2029. Itu hal yang wajar. Apalagi dulu awal-awal (sebelum Pilpres 2024) pernah ada koalisi Gerindra-PKB,” jelas Igor, Selasa, 22 April 2025.
Igor mengingatkan, duet Prabowo Subianto-Muhaimin pernah didengungkan koalisi Gerindra-PKB sebelum 2023. Namun, takdir politik berkata lain. Dengan begitu, Igor menganggap Cak Imin ingin mengulangi rencana yang tidak jadi tersebut, dengan mengadakan halalbihalal para menteri.
“Kita tahu saat itu Pak Prabowo akhirnya berpasangan dengan Gibran, dan Cak Imin loncat berpasangan dengan Anies,” jelasnya.
Publik kemudian menilai manuver Cak Imin tersebut mulai terbaca dengan Prabowo, hingga perlu ditegur untuk merapatkan barisan para menteri.
“Ya, bisa juga dinilai seperti itu (sebagai teguran),” tandas Igor.
Soal ‘kecurigaan’ itu, Muhaimin menanggapi singkat: “Wah, masih jauh. Pemilu masih jauh.” Politisi yang kerap disapa Cak Imin itu mengatakannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 23 April 2025.
Cak Imin mengeklaim, perintah merapatkan barisan dari Presiden Prabowo itu terkait upaya untuk meningkatkan soliditas dalam menghadapi tantangan global.
Dia mengatakan bahwa percepatan ekonomi nasional harus ditempuh dengan merapatkan barisan. Pasalnya, kondisi dunia sedang mengalami tantangan yang tidak mudah, terutama dengan adanya perang tarif. Agar Indonesia mampu menghadapi itu, menurut dia, seluruh pihak harus bekerja keras dan bekerja sama.
“Kita harus kerja keras, kita bunuh ego sektoral, yang paling penting kita bunuh ego sektoral dulu,” katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Cak Imin memunculkan narasi adanya arahan dari Prabowo soal “rapatkan barisan” di Kabinet Merah Putih. Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Cak Imin mengeklaim jika arahan Presiden tersebut ditujukan ke para menteri.
Cak Imin menyampaikan pernyataan tersebut ketika ditanya para jurnalis mengenai pembahasan selama acara halalbihalal pada Ahad, 20 April 2025 malam.
“Tadi Presiden juga menelepon saya, menyampaikan selamat halalbihalal hari ini, dan meminta kepada sesama menteri untuk terus merapatkan barisan,” ujar Cak Imin, di rumah dinas Menko PM, Jakarta. ***





