Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku ditelepon Presiden Prabowo Subianto, dan Presiden bilang padanya agar para Menteri Kabinet Merah Putih merapatkan barisan, pada Ahad, 20 April 2025. Pengamat menilainya sebagai respons terhadap munculnya isu ‘matahari kembar’.
__________
“Tadi Pak Presiden juga menelepon saya, menyampaikan selamat halalbihalal hari ini, dan meminta kepada sesama menteri untuk terus merapatkan barisan,” kata Cak Imin di tengah acara halalbihalal di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Ahad.
Pesan untuk merapatkan barisan itu muncul di tengah isu ‘matahari kembar’ pemerintahan Prabowo-Gibran yang mencuat beberapa waktu terakhir. Isu itu muncul usai banyak Menteri Kabinet Merah Putih sowan ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi di Solo, Jawa Tengah.
Bagaimana Menurut Pengamat?
Menurut pandangan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno, arahan Prabowo agar menterinya merapatkan barisan itu tak terlepas dari tantangan luar negeri dan perkembangan isu di dalam negeri. Tantangan dan kondisi tersebut, kata Adi, dinilai perlu dihadapi bersama di bawah komando Prabowo.
“Terutama tantangan-tantangan yang datang dari global. Saya kira itu membutuhkan kekuatan politik, berbaris, satu komando, menghadapi situasi yang sering kali tidak menentu. Itu pesan politiknya,” kata Adi kepada wartawan, Selasa, 22 April 2025.
Adi menilai, para menteri harus menunjukkan sikap kompak meski berkembang beragam isu.
Soal munculnya isu ‘matahari kembar’, Adi menilai, itu tak terlepas dari fakta adanya sejumlah menteri yang datang ke kediaman Jokowi. Narasi itu kemudian dilanjut dengan pernyataan Cak Imin soal Prabowo meminta menteri merapatkan barisan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politica Strategis, Agung Baskoro, menilai, Prabowo berharap soliditas kabinet kuat dari dalam, sehingga menteri dapat fokus bekerja terlepas ada isu pembelahan.
“Ketika ada istilahnya ‘dua presiden’ yang muncul, sedikit banyak akan memengaruhi performa, dan mungkin kinerja dari menteri terkait,” kata Agung.
“Karena isu ini, kan—dalam tanda petik—tidak perlu muncul ketika para menteri yang hadir dalam silaturahmi di rumah Pak Jokowi tadi tidak salah omong atau slip of tongue. Jadi isu ‘matahari kembar’ yang pertama,” tambahnya.
Selain itu, Agung melihat arahan Prabowo ini mengirimkan pesan kepada kabinetnya, walaupun kinerja mereka masih belum maksimal, mereka harus tetap fokus dan menjaga kekompakan. Menurut Agung, Prabowo memberi nilai 6 untuk kinerja pemerintahannya.
Jika semangat kerja dan kekompakan ini tidak dijaga, Agung memprediksi kinerja pemerintah akan anjlok. Jika anjlok, maka tak menutup kemungkinan adanya reshuffle.***





