PBNU Klaim Sudah Dapat Investor Lokal untuk Danai Tambang, Eksploitasi Dimulai Dua Tahun Lagi

Ketua Umum PBNU mengaku organisasinya sudah mendapatkan investor lokal yang akan mendanai pengelolaan tambang. FOTO: Ilustrasi/Istimewa
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengaku telah mendapatkan investor untuk mendanai pengelolaan tambang ‘hadiah’ dari pemerintah.

__________

“Kami berusaha mencari investor lokal, ada investor yang sudah menyediakan biaya-biaya awal,” kata Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa, 22 April 2025.

Yahya mengaku belum mengetahui rincian siapa-siapa investor yang bersedia mendanai pengelolaan tambang PBNU. Rincian datanya, kata dia, dipegang oleh Bendahara PBNU Gudfan Arif Ghofur.

Bacaan Lainnya

Namun, Yahya memastikan bahwa sudah ada potensi investor lokal yang akan membiayai. “Sudah ada yang siap, sudah ada yang bisa menyediakan dananya,” ucapnya.

Yahya menambahkan, paling cepat baru dua tahun ke depan pihaknya baru bisa mulai eksploitasi. Sebab, PBNU harus mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis, seperti perpajakan dan izin turunan lingkungan.

Estimasi waktu tersebut, kata Yahya, disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang selama ini memandu PBNU untuk mengelola tambang batu bara di wilayah Kalimantan Timur.

PBNU, Yahya melanjutkan, juga tidak menargetkan kapan organisasinya harus merampungkan pelbagai persoalan teknis itu. Setelah menerima izin pengelolaan tambang dari pemerintah, PBNU akan mengikuti seluruh arahan pemerintah, terutama mengenai persiapan dan waktu eksploitasi.

Sebelumnya, pada Februari, PBNU mengabarkan telah mendirikan badan usaha PT Berkah Usaha Muamalah Nusantara (BUMN). Perseroan itu dimiliki koperasi untuk mengelola lahan konsensi tambang dari pemerintah yang terletak di Kalimantan Timur.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf waktu itu mengatakan, setelah mendirikan BUMN, organisasinya masih berupaya menggaet investor guna mendanai kegiatan eksplorasi tambang batu bara di tanah Benua Etam.***

Pos terkait