Meski Baunya Menyengat, Mengkudu Punya Seabrek Khasiat

Buah mengkudu. (SF)
Aroma buah mengkudu memang menusuk hidung. Tapi, jangan menyerah pada aromanya. Liat manfaatnya. Ada seabrek, ternyata.

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF Unair) Surabaya, Prof. Dr. apt. Mangestuti Agil, MS., dalam sebuah artikel, mengamini jika banyak masyarakat enggan mengonsumsi mengkudu lantaran bau. Namun, Mangestuti mengingatkan, kendati baunya menyengat, khasiat buah ini tidak boleh diragukan.

Buah mengkudu telah secara turun temurun dipercaya bisa mengatasi masalah kesehatan. Misalnya, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, luka pada lambung, pencernaan buruk, diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan pembuluh darah dan jantung, serta ketergantungan obat.

Di Jawa, buah mengkudu populer disebut pace. Sedangkan masyarakat dunia mengenalnya dengan nama noni fruit atau buah noni. Berasal dari Asia Tenggara, tanaman asli bernama ilmiah morinda citrifolia dari suku rubiaceae ini mudah menyebar luas di kawasan Indo-Pasifik.

Bacaan Lainnya

Di kawasan Gombong, Jawa Tengah, potongan buah mengkudu yang belum terlalu masak bisa diolah untuk menambah kelezatan rujak. Sedangkan masyarakat Yogyakarta mengenal minuman semelak pace, yang bahan utamanya dari mengkudu. Minuman ini diyakini cocok untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan, seperti flu.

Dalam tradisi pengobatan rakyat, masyarakat Jawa meyakini mengkudu bisa membantu mengatasi tekanan darah dan kolesterol tinggi. Penelitian pun membuktikan bahwa mengkudu memiliki manfaat, antara lain, untuk pendongkrak sistem imun, antidiabetes, antikanker, antiradang, antioksidan, kesehatan sistem saraf, kesehatan kulit, meningkatkan ketahanan fisik, hingga mempertahankan kesehatan tulang pada wanita.

Mengkudu matang, kata dia, dapat dijadikan sebagai antioksidan. Buah ini menunjukkan aktivitas antioksidan yang sama dengan jeruk manis dan jeruk keprok. Maka, mengkudu matang meningkatkan kapasitas antioksidan, kandungan fenol total, dan asam askorbat. Tetapi, bila terlalu matang, malah menurunkan ketiganya.

Berbagai penelitian juga menemukan jika jus mengkudu bisa bekerja secara sinergis bila digunakan bersama terapi insulin untuk menurunkan kadar gula darah. Artinya, kepercayaan orang awam tentang khasiat mengkudu sebagai penurun kadar gula darah telah terbukti kebenarannya secara ilmiah.

Mengkudu juga diketahui dapat menjadi antikanker. Bahkan, ada studi yang menunjukkan bahwa minum 30–120 ml jus mengkudu per hari bisa menurunkan risiko kanker pada perokok berat. Uji antikanker pada mengkudu ini juga sudah dilakukan untuk kanker payudara, kolon, dan paru.

Sedangkan menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti Jepang dan Tiongkok, terbukti bahwa jus mengkudu dapat digunakan sebagai terapi pada keadaan hipertensi. Zat kandungan mengkudu yang diduga berperan adalah golongan iridoid—yang juga bekerja sebagai antioksidan dan penurun gula darah.***

Pos terkait