Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah tiba, banyak masyarakat merencanakan perjalanan wisata. Namun, saat memilih destinasi wisata, penting untuk memperhatikan potensi cuaca ekstrem.
Untuk membantu masyarakat merencanakan liburan tanpa terhalang kondisi cuaca, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selalu merilis informasi cuaca terkini.
Taufiq Hermawan, Kepala Stasiun Meteorologi Klas 1 Juanda, menjelaskan, informasi cuaca disampaikan sepekan sebelum cuaca ekstrem terjadi, dan diperbarui tiga hari serta dua jam sebelum kejadian. Maka dari itu, Taufiq menyarankan masyarakat untuk memeriksa prakiraan cuaca sebelum berwisata.
“Masyarakat bisa mengunduh aplikasi infoBMKG di Playstore atau mengikuti Instagram BMKG Juanda,” tambahnya.
Ia juga berharap tempat wisata memiliki display cuaca outdoor untuk memberikan informasi cuaca terkini. Jika ada peringatan dini cuaca ekstrem, informasi tersebut dapat terlihat jelas di display.
Sementara Ali Afandi, Kabid Pemasaran dan Kelembagaan Parekraf Disbudpopar Jatim, mengingatkan masyarakat untuk memilih destinasi wisata yang aman.
“Berwisata boleh, tapi jangan sampai berujung pada hal yang kurang menyenangkan,” katanya.
Ia menyarankan untuk menghindari wisata alam, pantai, dan arung jeram saat cuaca ekstrem. “Curah hujan tinggi dapat menyebabkan longsor di gunung dan ombak tinggi di pantai,” ungkap Ali.
Ali juga menambahkan bahwa pengelola wisata telah diberikan pemahaman tentang keselamatan. “Kami meminta pengelola melengkapi informasi dan fasilitas di setiap destinasi wisata,” tukasnya.***





