CALIFORNIA—Meta Platforms Inc., induk perusahaan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Threads, akan memperbaharui kebijakan terkait penghapusan konten yang menyerang Zionis. Perusahaan ini juga menerjemahkan kata “Palestina” dan “Alhamdulillah” menjadi “teroris”.
Sebagaimana dilansir Al Jazeera, pembaruan kebijakan Meta muncul ketika ketegangan meningkat di tengah aksi pendudukan dan aksi genosida Israel di Gaza, Palestina.
Sekelompok organisasi hak asasi manusia, salah satunya Human Rights Watch, mengkritik Meta karena membatasi konten yang mendukung Palestina. Mereka juga menuding Meta gagal dalam membiarkan kebebasan berekspresi terkait pelanggaran hak asasi manusia dan gerakan politik.
Sebagai informasi, pada tahun 2021, Meta menerbitkan laporan yang mengklaim bahwa kebijakan moderasi konten perusahaan telah menghentikan warga Palestina untuk berbagi informasi. Akibatnya, banyak informasi dan pengalaman warga Palestina saat diserang Israel tidak bisa tersampaikan kepada publik.
Meta juga menyatakan bahwa konten yang menyerang Zionis “tidak secara eksplisit tentang gerakan politik” akan dihapus—khususnya jika menggunakan stereotip antisemit atau mengandung intimidasi atau kekerasan yang ditujukan kepada orang Yahudi atau Israel.
“Setelah mendengar masukan dan melihat penelitian dari berbagai perspektif, kami sekarang akan menghapus ujaran yang menargetkan ‘Zionis’ di beberapa area,” tulis keterangan resmi Meta melalui blog mereka, dikutip Jumat (12/7/2024).
Meta biasanya menghapus unggahan yang menyerang seseorang berdasarkan “karakteristik yang dilindungi”—seperti ras, kebangsaan, atau agama. Namun, afiliasi politik tidak termasuk dalam kelas yang dilindungi tersebut.
Ketika Zionisme dianggap oleh banyak orang sebagai gerakan politik untuk mendirikan negara Yahudi resmi di Timur Tengah, Meta menyatakan bahwa orang-orang juga menggunakan istilah “Zionis” untuk merujuk pada orang Yahudi atau Israel secara lebih luas.
Sebelumnya, sebagaimana juga tertulis dalam blog mereka, Meta menganggap istilah “Zionis” sebagai pengganti untuk orang “Yahudi” dalam kasus-kasus yang sangat sempit atau eksplisit, seperti jika Zionis dibandingkan dengan tikus.
Meta, dalam blog resminya, juga menyebutkan bahwa mereka telah menerima masukan dari 145 pemangku kepentingan global yang mewakili masyarakat sipil, akademisi, dan pakar hak sipil yang membantu membentuk pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan dan konotasi istilah “Zionis”.





