Meta sendiri cendrung menunjukkan keberpihakan kepada Israel dan mem-bully Palestina. Bos besar Meta, Mark Zuckerberg, pernah mengutuk serangan Hamas ke Israel, namun tak melontarkan pernyataan sejenis terhadap serangan Israel ke warga sipil Gaza, rumah sakit, dan fasilitas sipil mereka.
“Serangan teroris yang dilakukan oleh Hamas adalah kejahatan murni. Tidak pernah ada pembenaran untuk melakukan tindakan terorisme terhadap orang-orang yang tidak bersalah. Penderitaan yang meluas yang diakibatkannya sangat menghancurkan,” tulis Zuckerberg dalam Instagram Story, dikutip dari NDTV.
“Fokus saya tetap pada keselamatan karyawan kami dan keluarga mereka di Israel dan wilayah ini,” lanjut dia.
Sementara itu, di sisi lain, Meta menerjemahkan kata “Palestina” dan “Alhamdulillah” dalam bio profil beberapa pengguna Instagram menjadi “teroris”. Meta juga menyembunyikan postingan terkait Palestina dari pengguna lain tanpa penjelasan dan mengalami penurunan tajam dalam keterlibatan atau engagement.
Sedangkan di platform WhatsApp, Meta memunculkan gambar bocah laki-laki memanggul senjata saat merespons kata kunci “Palestina”. Pencarian itu sendiri dilakukan lewat fitur baru WhatsApp, Create AI Sticker. Fitur ini memungkinkan pengguna meng-generate gambar kecerdasan buatan atau AI untuk membuat stiker.
Sebagai informasi, Meta pernah mendapat kritikan dari beberapa karyawannya terkait kebijakan tersebut, di mana para karyawan mengeluarkan surat terbuka yang menyatakan keprihatinan atas dukungan tidak langsung perusahaan terhadap tindakan Israel terhadap Palestina.*





