2. Candi Borobudur: Merah Putih Berkibar 13 Abad yang Lalu)

Candi Borobudur juga meninggalkan bukti lekatnya warna merah dan putih dengan sejarah Bangsa Indonesia. Candi yang disepakati oleh para sejarawan dibangun pada masa Dinasti Syailendra pada abad ke-8 Masehi ini memiliki bukti relief tentang merah dan putih di salah satu dindingnya.
Relief itu menggambarkan tiga orang hulubalang sedang membawa umbul-umbul berwarna gelap dan terang. Arkeolog meyakini warna tersebut melambangkan warna merah dan putih.
Keterangan tentang umbul-umbul pada ukiran tersebut menyebutnya sebagai “pataka” atau “bendera”. Catatan-catatan lain di sekitar Borobudur juga sering menyebut Bunga Tunjung Mabang (Merah) dan Bunga Tunjung Maputeh (Putih).
Ukiran yang sama juga tampak di dinding Candi Mendut, yang tak jauh dari Candi Borobudur—dengan tarikh yang kurang lebih sama. Dengan demikian, berarti, merah putih sudah dikibarkan 13 abad yang lalu.
3. Kerajaan Bone: Merah Putih Berkibar di Timur Indonesia

Kerajaan Bone didirikan tahun 1330 Masehi, sebelum akhirnya ditaklukkan oleh Kerajaan Gowa yang berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan. Untuk memperoleh kemerdekaan, Kerajaan Bone harus menunggu sampai tahun 1669, di bawah pimpinan Aru Palakka.
Setelah Bone merdeka, Aru Palakka berhasil mengembangkan Bugis menjadi kekuatan maritim besar. Untuk memperoleh kemerdekaan Bone, dia bersekutu dengan Belanda untuk mengalahkan Kerajaan Gowa.
Menariknya, bendera berwarna merah dan putih pernah berkibar dalam persekutuan Kerajaan Bone dan Belanda ini. Hal tersebut diketahui dari penemuan bendera dan lambang Kerajaan Bone oleh Perelaer pada pertengahan abad ke-19.
Sebelum era Aru Palakka, bendera merah dan putih diketahui juga menjadi lambang kekuasaan dan kebesaran Kerajaan Bone. Bendera Bone itu dikenal dengan nama “Woromporang”.
4. Sisingamangaraja XII: Merah Putih Berkibar di Tanah Batak

Sisingamangaraja XII merupakan nama besar dalam sejarah Batak. Dia adalah tokoh pemersatu, yang juga ditahbiskan sebagai Pahlawan Nasional.
Dinasti Sisingamangaraja dimulai sejak pertengahan tahun 1500-an, saat Raja Sisingamangaraja I—yang lahir tahun 1515—mulai memerintah.
Setelah dia, tercatat ada 12 orang yang melanjutkan Dinasti Sisingamangaraja. Yang paling dikenal adalah Sisingamangaraja XII, yang pernah ditampilkan dalam mata uang pecahan Rp1.000 oleh Bank Indonesia.
Dan ternyata, warna merah dan putih juga pernah menjadi bendera perang pasukan Sisingamaraja XII. Bendera perang tersebut bergambarkan pedang kembar berwarna putih, dengan warna putih sebagai warna dasar serta warna merah yang menyala.
Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Sedangkan dua pedang kembar melambangkan “Piso Gaja Dompak”, yaitu pusaka raja-raja Sisingamangaraja I sampai XII.





