Snouck Hurgronje merancang kita untuk lupa. Sejarah palsu diajarkan agar kita minder. Tapi Tan Malaka sudah meninggalkan petanya: jadilah murid Timur yang cerdas, dan rebut kembali apa yang dirampas.
Tag: Sejarah Nusantara
Ada Rumus Geometri Canggih dalam Bangunan Borobudur
Borobudur memuat rasio emas, fraktal, dan geometri Euclid yang diterapkan 1.200 tahun lalu.
Ternyata Teknologi Pelayaran Nusantara Berusia 40 Ribu Tahun
Studi Ateneo 2025 menemukan bukti pelayaran canggih di Nusantara sejak 40 ribu tahun lalu dari artefak tiga negara.
Buku Sejarah Nasional Versi Baru Siap Rilis, Fadli Zon Soroti Kekosongan Catatan Pasca-Reformasi
Pemerintah menuntaskan penyusunan 11 jilid buku sejarah nasional versi baru yang akan rilis bulan depan; Menbud Fadli Zon menegaskan pentingnya pembaruan catatan sejarah Indonesia pasca-Reformasi.
Penjajahan Masih Menetap di Kepala Orang Indonesia
Menyoroti perbedaan antara penjajahan fisik dan penjajahan pikiran, serta bagaimana bentuk baru dominasi ideologis masih menguasai kesadaran bangsa Indonesia hari ini.
Bara Modernitas Itu Menyala dari Timur
Modernitas bukan monopoli Barat. Jauh sebelum mesin uap Inggris, empu Nusantara sudah menempa logam dengan sains dan spiritualitas yang menyatu.
Keris: Teknologi, Doa, dan Tauhid dalam Satu Bilah Logam
Keris bukan benda mistik, melainkan perpaduan teknologi, doa, dan filosofi tauhid yang mencerminkan kejayaan spiritual dan intelektual Nusantara.
Dr. Soetomo dan Pembelaannya terhadap Pesantren
Dr. Soetomo, pendiri Boedi Oetomo dan lulusan STOVIA, membela pesantren dalam polemik 1930-an, menyebutnya pendidikan sejati Nusantara yang menanamkan budi, persatuan, dan kemandirian.
Waktunya Timur Merebut Kembali Narasinya
Sudah terlalu lama Timur dilihat lewat mata Barat. Kini saatnya kita menulis sejarah sendiri — merebut narasi, menghidupkan kembali cahaya peradaban dari Timur.
Sejarawan Sunda Enang Rokajat: Perang Bubat Tak Masuk Akal, Sejarah Harus Pakai Logika
Enang mengkritik sumber utama kisah Perang Bubat: Kitab Pararaton dan Carita Parahyangan. Menurutnya, Pararaton ditulis tahun 1535, atau 178 tahun setelah peristiwa yang dikisahkan.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









