Pemerintah tidak lagi memiliki ruang untuk retorika; janji Kemenag terhadap guru madrasah swasta adalah pertaruhan terakhir kredibilitas kepemimpinan Presiden Prabowo di sektor pendidikan. Gelombang ancaman aksi massa dari FGSNI adalah bukti nyata bahwa kesabaran para pendidik telah mencapai batas nadir akibat kesejahteraan yang terus digantung tanpa kepastian hukum.
Pemerintah perlu segera menerbitkan PMA atau melakukan pengangkatan tanpa tes sebagai solusi tunggal untuk meredam ledakan protes nasional yang tak terelakkan. Mengulur waktu hanya akan mempertegas bahwa komitmen pemerintah selama ini hanyalah janji kosong yang mengorbankan nasib ratusan ribu pahlawan tanpa tanda jasa.***





