MATAMUDA Jadi Awal Madrasah Kenali Potensi Murid Baru

MATAMUDA Kemenag Jatim
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar saat pembukaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA). - Humas Kemenag Jatim

Kementerian Agama mengubah MATSAMA menjadi MATAMUDA mulai tahun ajaran 2026/2027. Perubahan ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang menempatkan murid sebagai subjek utama pembelajaran.

Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) menjadi momentum bagi madrasah untuk mengenali karakter, potensi, bakat, dan cita-cita setiap murid baru pada awal tahun pelajaran 2026/2027. Melalui kegiatan tersebut, madrasah diharapkan mampu memberikan pendampingan yang tepat agar murid berkembang menjadi generasi unggul, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan setiap anak memiliki potensi yang perlu dikembangkan sejak awal memasuki lingkungan madrasah.

“Setiap anak memiliki potensi, keinginan, kemauan, dan cita-cita yang harus dikembangkan. Tugas kita adalah membantu mereka mengenali dan mengoptimalkan potensi tersebut agar tumbuh menjadi generasi yang unggul,” kata Bahtiar, dikutip Selasa (14/7/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, masa ta’aruf juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada murid baru. Menurutnya, peserta didik perlu dibimbing agar mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW, memahami diri sendiri, menghargai sesama, serta memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

“Ilmu menjadi bekal untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu, masa ta’aruf harus menjadi awal tumbuhnya semangat belajar, membiasakan salat berjamaah, menghormati diri sendiri dan orang lain, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga dan kebiasaan hidup bersih,” ujarnya.

Transformasi MATSAMA menjadi MATAMUDA

Kementerian Agama resmi mengubah istilah Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) menjadi Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) mulai tahun pelajaran 2026/2027. Perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama, tetapi bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang menempatkan murid sebagai subjek utama pembelajaran sekaligus memperkuat implementasi Program Madrasah Ramah Anak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan