Pemkot Surabaya Revitalisasi 16 Pasar, Anggaran Rp20 Miliar

Modernisasi Pasar Tradisional di Surabaya
Salah satu pasar tradisional di Surabaya yang sudah dimodernisasi. - Diskominfo Surabaya

Revitalisasi mencakup perbaikan bangunan, sanitasi, drainase, hingga penambahan instalasi pengolahan limbah. Sebagian pasar ditargetkan rampung mulai Juli 2026.

Pemerintah Kota Surabaya merevitalisasi 16 pasar tradisional dengan anggaran sekitar Rp20 miliar. Program tersebut ditujukan untuk memperbaiki fasilitas, meningkatkan kenyamanan, dan memperkuat daya saing pasar rakyat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya Iman Krestian mengatakan sebagian pasar telah memasuki tahap penyelesaian. Pasar lainnya masih menjalani pekerjaan struktur, utilitas, saluran, maupun proses pengadaan.

“Beberapa pasar telah memasuki tahapan penyelesaian dan finishing, seperti Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, dan Pasar Babaan Baru,” kata Iman, Selasa (14/7/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, setiap proyek berjalan bertahap mengikuti jadwal pelaksanaan masing-masing. Revitalisasi dilakukan di Pasar Tembok Dukuh, Kembang, Simogunung, Wonokromo, Karah, Kedungsari, Genteng, dan Babaan Baru.

Pasar lain yang diperbaiki adalah Pasar Kapasan, Pucang Anom, Pecindilan, Dukuh Kupang, Gresik PPI, Gubeng Masjid, Pakis, serta Krembangan.

Kapasitas Lapak Ditambah

Revitalisasi tidak hanya menyasar tampilan dan kondisi bangunan. Pemerintah kota juga menambah kapasitas kios atau lapak di sejumlah lokasi, antara lain Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Simogunung.

Pekerjaan lainnya meliputi perbaikan sanitasi, drainase, dan jaringan utilitas agar pasar lebih bersih, aman, serta nyaman. Sejumlah fasilitas pendukung juga dibangun untuk meningkatkan kebersihan pasar.

Fasilitas tersebut mencakup instalasi pengolahan air limbah, perangkap lemak atau grease trap, sentra pemotongan unggas, serta sarana pelayanan pasar lainnya.

“Selain itu juga untuk menata zonasi pedagang dan mengurangi adanya pasar tumpah, agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas,” ujar Iman.

Penataan pasar tumpah diharapkan dapat mengurangi aktivitas jual beli yang meluber ke badan jalan. Pemerintah kota juga ingin pasar tradisional memenuhi standar pasar rakyat yang lebih modern.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan