14. Jembatan Berusia Jutaan Tahun

Menurut legenda India kuno, Raja Rama membangun jembatan antara India dan Sri Lanka lebih dari satu juta tahun yang lalu. Dan kini, apa yang tampak seperti sisa-sisa jembatan tersebut telah terlihat dari citra satelit—namun banyak yang mengatakan bahwa itu adalah bentukan alami.
Badrinarayanan, mantan direktur Survei Geologi India, mempelajari sampel inti jembatan tersebut. Ia pun dibuat bingung dengan munculnya batu-batu besar di atas lapisan pasir laut, dan menduga bahwa batu-batu tersebut pasti ditempatkan di sana secara sengaja.
Tidak ada satu pun penjelasan alami yang disepakati oleh para ahli geologi terkait jembatan tersebut. Penetapan tanggal terbentuknya pun menjadi kontroversi, karena beberapa orang mengatakan bagian mana pun dari jembatan (seperti sampel karang) tidak dapat memberikan gambaran sebenarnya tentang berapa umur keseluruhan jembatan.
15. Busi Berusia 500.000 Tahun
Pada tahun 1961, ketika tiga orang sedang mencari geode untuk toko permata dan suvenir mereka di Olancha, California, mereka menemukan apa yang tampak seperti busi, terbungkus dalam geode.
Virginia Maxey, salah satu dari tiga penemunya, mengatakan bahwa saat itu seorang ahli geologi memeriksa fosil di sekitar perangkat tersebut dan memberi tanggal pada perangkat tersebut—yang disebutnya berusia 500.000 tahun atau lebih.
Ahli geologi tersebut tidak pernah disebutkan namanya, dan keberadaan artefak tersebut saat ini tidak diketahui.
Pierre Stromberg dan Paul V. Heinrich, yang mengkritik klaim tersebut, hanya memiliki hasil rontgen dan sketsa artefak dari seniman untuk dianalisis. Mereka mengira objek tersebut adalah busi modern terbungkus dalam beton yang cepat terbentuk, bukan geode.
Namun, Stromberg dan Heinrich pun mengatakan, “Hanya ada sedikit bukti kuat bahwa penemu pertama bermaksud menipu siapa pun.”
16. Tembok Prasejarah Dekat Bahama
Sebuah dinding batu berbentuk balok besar dan tebal ditemukan di lepas pantai Bahama pada tahun 1968.
Arkeolog William Donato telah melakukan beberapa kali penyelaman untuk menyelidiki tembok tersebut, dan dia berhipotesis bahwa objek tersebut merupakan struktur buatan manusia berusia sekitar 12.000 – 19.000 tahun. Dibangun untuk melindungi pemukiman prasejarah dari ombak.
Dia mengeklaim bahwa objek tersebut merupakan struktur bertingkat. Ada batu penyangga yang tampaknya ditempatkan di sana oleh tangan manusia. Donato juga menemukan apa yang dia yakini sebagai batu jangkar yang talinya berlubang.
Eugene Shinn, pensiunan ahli geologi yang bekerja untuk Survei Geologi AS, mengatakan sampel batuan inti yang diambilnya menunjukkan adanya penurunan menuju perairan dalam. Jika semua inti menunjukkan kemiringan ke arah perairan dalam, hal tersebut membuktikan bahwa struktur tersebut terbentuk di tempatnya, bukan tidak terbentuk di tempat lain, yang kemudian diangkut oleh manusia ke lokasinya saat ini.
Shin menambahkan, semua sampelnya menunjukkan penurunan terebut, yang membuktikan bahwa objek tersebut merupakan formasi alami. Namun, dalam penelitian sebelumnya, dia menyatakan bahwa hanya 25 persen sampelnya yang menunjukkan penurunan.
Greg Little, seorang psikolog yang tertarik pada struktur tersebut, mengonfrontasi Shinn terkait perbedaan ini. Shinn pun mengakui bahwa dia tidak terlalu serius mempelajari studinya dan, “Saya sedikit terbawa suasana untuk membuat cerita yang bagus.”■





