16 Artefak yang Disinyalir Membuktikan Keberadaan Teknologi Tinggi pada Peradaban Jutaan Tahun Lalu

Ilustrasi relief yang menggambarkan peradaban pada masa lalu. FOTO: Canva

3. Tembok Besar Texas

Foto bersejarah “dinding” yang ditemukan di Rockwall, Texas. FOTO: Istimewa

 

Pada tahun 1852, di tempat yang sekarang dikenal sebagai Rockwall Co., Texas, para petani yang menggali sumur menemukan sebuah objek yang tampak seperti dinding batu kuno.

Bacaan Lainnya

Objek tersebut diperkirakan berusia sekitar 200.000 – 400.000 tahun. Ada arkeolog yang mengatakan objek tersebut merupakan bentukan alam, sementara arkeolog lainnya mengatakan jika objek itu jelas-jelas buatan manusia.

Ahli geologi James Shelton dan arsitek lulusan Harvard John Lindsey telah mencatat elemen-elemen yang tampaknya merupakan desain arsitektur pada dinding tersebut, termasuk lengkungan, portal berpagar, dan bukaan persegi yang menyerupai jendela.

Sementara itu, John Geissman dari Universitas Texas di Dallas pernah menguji bebatuan tersebut sebagai bagian dari film dokumenter History Channel. Dia pun menemukan bahwa batu-batu pada dinding tersebut termagnetisasi dengan cara yang sama, yang menunjukkan bahwa mereka terbentuk di tempat mereka berada, bukan dipindahkan ke lokasi tersebut dari tempat lain. Namun beberapa orang masih tidak yakin dengan tes acara TV ini, dan meminta penelitian lebih lanjut.

4. Reaktor Nuklir Berusia 1,8 Miliar Tahun
Lokasi reaktor nuklir, Oklo, Republik Gabon. FOTO: NASA

 

Pada tahun 1972, sebuah pabrik Prancis mengimpor bijih uranium dari Oklo, Republik Gabon, Afrika. Uranium itu sudah diekstraksi. Dan yang mengejutkan, orang Prancis menemukan bahwa tempat asal uranium tersebut tampaknya berfungsi sebagai reaktor nuklir skala besar, yang muncul 1,8 miliar tahun lalu, dan beroperasi selama sekitar 500.000 tahun!

Glenn T. Seaborg, mantan kepala Komisi Energi Atom Amerika Serikat dan pemenang Hadiah Nobel berkat karyanya dalam sintesis unsur-unsur berat, menjelaskan mengapa ia percaya bahwa reaktor nuklir kuno tersebut bukanlah fenomena alam, dan pasti hasil buatan manusia.

Pasalnya, menurut Seaborg, agar uranium dapat “terbakar” dalam suatu reaksi, diperlukan kondisi yang sangat tepat. Salah satunya adalah airnya harus sangat murni. Jauh lebih murni daripada yang ada secara alami.

Bahan U-235 diperlukan agar fisi nuklir dapat terjadi. Ini adalah salah satu isotop yang ditemukan secara alami di uranium. Sementara beberapa ahli teknik reaktor mengatakan mereka yakin bahwa uranium di Oklo tidak cukup kaya akan U-235 sehingga reaksi dapat terjadi secara alami.

Pos terkait