Setelah Sinyal “Halaman Pertama”, Akankah “Halaman-Halaman” Berikutnya Akan Dibuka?

“Saya baru mulai berpikir saya akan punya status hukum di KPK ketika ada semacam desakan agar KPK segera memperjelas status hukum saya. ‘Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah’. Ketika ada desakan seperti itu, saya baru mulai berpikir; jangan-jangan saya menjadi yakin, saya akan menjadi tersangka di KPK setelah saya dipersilakan untuk lebih fokus berkonsentrasi menghadapi masalah hukum di KPK. Ketika saya dipersilakan untuk lebih fokus menghadapi masalah hukum di KPK, berarti saya sudah divonis punya status hukum. Status hukum yang dimaksud, tentu, adalah tersangka. Apalagi saya tahu beberapa petinggi Partai Demokrat yakin betul, haqul yakin, pasti minggu ini Anas menjadi tersangka.”

“Rangkaian ini pasti tidak bisa dipisahkan dengan bocornya apa yang disebut sebagai sprindik. Ini satu rangkaian peristiwa yang pasti tidak bisa dipisahkan. Itu satu rangkaian peristiwa yang utuh, sama sekali utuh, sama sekali terkait dengan sangat erat. Itulah faktanya, itulah rangkaian kejadiannya, dan tidak butuh pencermatan yang terlalu canggih untuk mengetahui rangkaian itu. Bahkan, masyarakat umum pun dengan mudah membaca dan mencermati itu.”

“Kalau mau ditarik agak jauh ke belakang, sesungguhnya ini pasti terkait dengan Kongres Partai Demokrat. Saya tidak ingin cerita panjang, pada waktunya saya akan cerita lebih panjang. Tetapi inti dari kongres itu, ibarat bayi yang baru lahir, Anas adalah bayi yang lahir tidak diharapkan. Tentu rangkaiannya menjadi panjang, dan rangkaian itu saya rasakan, saya alami, dan menjadi rangkaian peristiwa politik dan peristiwa organisasi di Partai Demokrat. Pada titik ini, saya belum akan menyampaikan secara rinci. Tetapi, ada konteks yang jelas menyangkut rangkaian peristiwa-peristiwa politik itu.”

Bacaan Lainnya

“Ketika saya memutuskan terjun ke dunia politik, dan saya masuk menjadi kader Partai Demokrat, saya sadar betul bahwa politik kadang-kadang keras dan kasar. Dalam dunia politik, tidak sulit untuk menemukan intrik, fitnah, dan serangan-serangan. Itu saya sadari sejak awal. Dan karena itu, saya tahu persis konsekuensi-konsekuensinya.”

“Ketika saya tahu persis konsekuensi-konsekuensinya, maka saya sampaikan, saya tidak akan pernah mengeluh dengan keadaan ini. Saya tidak akan pernah mengeluh tentang perkembangan situasi ini. Dan saya punya keyakinan kuat dan semangat untuk terus menghadapinya, termasuk dengan risiko dan konsekuensi, sekali lagi. Itu hal yang lazim saja. Saya anggap sebagai sebuah kelaziman. Tidak ganjil, tidak aneh, apalagi di dalam sistem politik-demokrasi kita yang masih muda, termasuk di Partai Demokrat, yang juga tradisinya masih muda.”

“Karena saya sudah punya status hukum sebagai tersangka, meskipun saya yakin bahwa posisi tersangka saya itu lebih karena faktor-faktor non-hukum yang saya yakini, tetapi saya punya standar etik pribadi. Standar etik pribadi saya adalah mengatakan; kalau saya punya status hukum sebagai tersangka, maka saya akan berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Ini bukan soal jabatan dan posisi, ini soal standar etik.”

“Standar etik pribadi saya itu, alhamdulillah, kemudian cocok dengan pakta integritas yang diterapkan di Partai Demokrat. Saya sendiri, di tempat ini (kantor DPP Demokrat), beberapa hari yang lalu—seminggu yang lalu kurang lebih—sudah menandatangani pakta integritas. Dengan atau tanpa pakta integritas sekalipun, standar etik pribadi saya mengatakan hal seperti itu. Saya berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

“Terkait dengan itu, saya ingin menyampaikan terima kasih, terima kasih yang tulus kepada kader-kader Partai Demokrat yang telah memberikan kepercayaan, amanah, dan mandat politik kepada saya untuk memimpin Partai Demokrat sebagai Ketua Umum periode 2010 – 2015. Saya mohon maaf kalau saya berhenti di awal 2013 ini. Saya tidak pernah merencanakan untuk berhenti tahun 2013. Sejauh perjalanan yang saya tempuh, saya jalankan, saya tunaikan sebagai Ketua Umum, sepenuhnya saya bersungguh-sungguh menjalankan amanah dan mandat politik partai itu.”

Pos terkait