2. Memengaruhi berat badan
Karbohidrat olahan, seperti roti, tidak mengandung banyak serat. Akibatnya, mengonsumsi roti tidak akan membuat perut cepat kenyang. Orang pun butuh makan lebih banyak roti agar merasa kenyang—dan ingin makan lebih banyak roti saat kadar gula darahnya turun.
Kekurangan serat pada roti juga mengakibatkan orang kekurangan nutrisi. Padahal, serat memengaruhi kesehatan pencernaan dan kardiovaskular. Sebaliknya, kandungan karbohidrat sederhana yang tinggi pada roti justru dapat menyebabkan berat badan bertambah, juga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan diabetes.
3. Memicu masalah pada usus
Dilansir dari Eat This Not That, roti tawar yang rendah serat dapat menimbulkan masalah pada usus jika sering dikonsumsi. Mengonsumsi roti rendah serat secara konsisten dapat menimbulkan masalah bagi mikrobioma atau koloni bakteri di usus. Ketidakseimbangan bakteri usus menyebabkan sindrom iritasi usus besar dan penyakit radang usus.





