Saat ditanya apakah tuduhan tersebut berarti tidak benar, Ida menjelaskan bahwa hingga kini tuduhan tersebut belum dapat dibuktikan. Terlebih, pihaknya juga melihat langsung anak masih mendapatkan pengasuhan yang baik dari ayahnya.
“Jadi sementara kami memang percaya bapaknya, karena bapaknya sudah bisa melakukan pengasuhan dengan baik, anaknya juga sudah disekolahkan. Tadi pagi kami cek ke sekolahnya juga anaknya sekolah dan diantar oleh bapaknya,” ungkap dia.
Ida menyatakan bahwa tim DP3A-PPKB Surabaya juga memastikan kondisi psikologis anak tidak menunjukkan adanya trauma. “Secara psikologi anaknya baik-baik saja, tidak ada trauma, dia bermain, berkomunikasi dengan baik. Dengan kami pun juga tidak ada ketakutan, langsung bisa akrab begitu,” tukasnya. ***





