Viral Diduga Ajak Anak Mengemis, Ayah di Surabaya Buka Suara

Ayah di Surabaya Diduga Ajak Anak Mengemis
Sunardi saat menggendong sang buah hati. (Dinkominfo Surabaya)

Keterangan senada juga disampaikan kakak kandung Sunardi lainnya, Iramawati. Ia juga membantah tuduhan bahwa Aluna ditelantarkan oleh ayahnya. “(Tuduhan) palsu itu semua, apalagi ditelantarkan. Apalagi dibilang minta-minta, itu tidak benar,” tegas Iramawati.

Menurutnya, keberadaan Aluna di Pasar Keputran sebagaimana terlihat dalam video yang beredar hanya sedang bermain saat menemani tantenya berjualan. “Di Pasar Keputran itu cuma main-main saja. Ikut tantenya jualan cabai, peracangan di Pasar Keputran,” tukasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turut menindaklanjuti video viral tersebut. Setelah melakukan klarifikasi bersama kepolisian, hingga kini belum ditemukan bukti yang menguatkan tuduhan eksploitasi tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kondisi anak sekaligus menelusuri kebenaran informasi yang beredar.

“Tadi malam kami klarifikasi dengan teman-teman Polres terkait berita bahwa ada anak yang dieksploitasi oleh bapaknya untuk mengemis, untuk mengamen,” kata Ida.

Selain itu, Ida menuturkan bahwa tim DP3A-PPKB juga telah bertemu langsung dengan ayah dan anak tersebut. Hasilnya, anak berada dalam kondisi baik dan saat ini diasuh oleh ayahnya.

“Alhamdulillah kami sudah ketemu dengan anaknya dan anaknya dalam kondisi baik-baik saja dalam pengasuhan bapaknya,” ujarnya.

Selain menemui sang anak, Pemkot Surabaya juga meminta keterangan dari ibu kandung yang sebelumnya menyampaikan dugaan eksploitasi tersebut. Namun, hingga kini bukti yang mendukung tuduhan tersebut belum dapat ditunjukkan.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan bukti itu. Termasuk teman-teman Polres tadi malam juga menunggu bukti dari yang disampaikan ibunya,” jelas Ida.

Untuk itu, Ida menegaskan, sejauh ini belum ada fakta yang membenarkan informasi yang beredar di media sosial. “Sampai saat ini belum ada klarifikasi kebenaran dari apa yang disampaikan oleh ibunya,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan