Vegan Vestifal 2025 hadir di Kota Pahlawan, tepatnya di Grand City Surabaya, untuk mengajak masyarakat menerapkan hidup sehat dengan pola makan vegan.
Presiden World Vegan Organization Susianto mengatakan, kegiatan ini sengaja hadir untuk memberikan edukasi dan mensosialisasikan pola hidup vegan kepada masyarakat serta mendukung gerakan ramah lingkungan untuk mengurangi efek rumah kaca dan perubahan iklim global dunia.
“Karena, seperti yang kita tahu, selama ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal dan mengerti istilah vegan. Untuk itu kita hadir memberikan edukasinya,” kata Susianto, Jumat, 21 Februari 2025.
Ia menjelaskan, perdagangan daging menjadi salah satu dari tiga faktor utama yang berkontribusi pada isu global warming, di mana limbah ternak dapat mencemari lapisan tanah dan air yang membahayakan.
“Pola makan hewani atau jagung juga membawa dampak yang buruk bagi kesehatan manusia, di mana penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit degeneratif, seperti kanker hingga obesitas,” jelasnya.
Dia menyebut, saat ini sudah banyak masyarakat yang mulai menerapkan pola makan vegan untuk kesehatan dirinya.
“Usia vegan paling banyak saat ini merata. Kalau anak muda lebih karena aspek lingkungan, jadi mereka mau (vegan) ada satu istilah baru namanya eat clean dan eat green yaitu makan sehat dan makan ramah lingkungan,” tukasnya. ***





