Dewi juga mengingatkan mahasiswa agar bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, fenomena fear of missing out (FOMO) dapat disikapi dengan menerapkan joy of missing out (JOMO), yakni tetap merasa tenang meskipun tidak selalu mengikuti setiap informasi yang beredar.
Ia menganjurkan mahasiswa untuk mengutamakan informasi dari kanal resmi universitas serta melakukan self-talk ketika mulai merasa cemas.
Selain membangun relasi dengan teman sebaya, Dewi menekankan pentingnya dukungan dari dosen pembimbing akademik, keluarga, dan lingkungan kampus.
Mahasiswa baru dianjurkan mengenal dosen pembimbing akademiknya, menjalin komunikasi dengan teman satu bimbingan, serta menyampaikan perkembangan perkuliahan secara objektif kepada orang tua. Dukungan sosial tersebut berperan besar dalam menjaga kesehatan mental selama proses adaptasi. ***





