PLN mengingatkan warga melakukan pengecekan menyeluruh sebelum menyalakan listrik pascabanjir.
Ketika banjir melanda, salah satu risiko paling besar yang mengancam keselamatan warga adalah bahaya listrik. Air banjir dapat menghantarkan arus dan memicu kecelakaan fatal.
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menjelaskan, aliran listrik biasanya akan dipadamkan secara otomatis ketika rumah warga terendam banjir. Langkah ini dilakukan untuk mencegah korsleting dan risiko kebakaran.
Setelah banjir surut, PLN akan memulihkan jaringan listrik secara bertahap. Pada fase inilah warga kembali memiliki akses listrik di rumah masing-masing.
Namun, PLN mengingatkan, menyalakan listrik tanpa pengecekan yang tepat berpotensi menimbulkan korsleting, merusak peralatan elektronik, hingga memicu kebakaran. Karena itu, warga diminta mengikuti prosedur keselamatan sebelum kembali menggunakan listrik.
Pastikan Kondisi Rumah Benar-Benar Kering
PLN menegaskan, warga harus memastikan seluruh ruangan, lantai, dan dinding rumah sudah benar-benar kering sebelum menyalakan listrik. Air sisa banjir yang masih menggenang atau meresap di permukaan bangunan dapat menghantarkan arus listrik dan membahayakan penghuni.
Proses pengeringan perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak boleh terburu-buru.
Keselamatan menjadi prioritas utama.
Periksa Peralatan dan Instalasi Listrik
PLN juga meminta warga memeriksa seluruh peralatan elektronik di rumah. Semua perangkat harus dicabut dari stop kontak dan dikeringkan selama 24 hingga 48 jam sebelum digunakan kembali.
Selain itu, warga perlu memastikan stop kontak, saklar, kabel ekstensi, dan instalasi listrik lainnya tidak dalam kondisi basah atau lembap. Jika ditemukan kerusakan atau masih tergenang air, warga disarankan tidak menyalakan listrik dan segera menghubungi petugas PLN atau teknisi berkompeten. ***





