“Jika dalam waktu tiga hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” demikian isi surat.
Samudrafakta telah meminta konfirmasi kepada salah satu pengurus PBNU. Ia membenarkan keaslian dokumen tersebut. “Iya benar. Tadi malam,” ujarnya pada Jumat (21/11/2025).
Yahya Membantah
Di tengah ramainya isu pemakzulan, KH Yahya Cholil Staquf mendatangi lokasi Musyawarah Nasional XI MUI di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/11/2025). Ia mengaku baru bertemu Wakil Rais Aam PBNU, KH Afifuddin Muhajir.
“Ketemu Kiai. Kiai Afif,” kata Yahya.
Ketika ditanya wartawan apakah pembicaraan itu menyangkut desakan mundur dari Syuriyah, Yahya membantah. “Enggak. Ya, apa namanya, enggak ada (bahas pemakzulan),” ujarnya terbata.
Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas rencana tapak tilas perjalanan KHR. As’ad Syamsul Arifin, pengasuh kedua Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. “Kita mau ada tapak tilas perjalanan Kiai As’ad,” katanya.
Yahya juga menyatakan tidak membahas soal Muktamar PBNU 2026 yang rencananya digelar di Surabaya. “Enggak, masih lama,” ucapnya.***





