Silaturahmi Keraton Surakarta dan Pesantren Shiddiqiyyah adalah Wujud Jembatan Leluhur di Tanah Jawa

Rombongan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat melakukan silaturahmi kepada Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi di Pondok Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Jombang, Sabtu, 14 April 2025. Foto:Opshid Media

Tak sekadar kunjungan seremonial, pertemuan ini menyentuh sisi terdalam relasi budaya dan spiritual yang telah lama mengakar di tanah Jawa.

Dalam suasana penuh keakraban, disepakati sebuah agenda penting: pelaksanaan doa Kautsaran di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta. Sebuah langkah simbolik yang mengukuhkan bahwa hubungan antara pesantren dan Keraton bukan sekadar sejarah masa lampau, melainkan arah masa depan.

“Doa Kautsaran ini menjadi bentuk syukur dan cinta tanah air,” ujar Dani. “Kami percaya bahwa melalui budaya dan agama, kita bisa menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keraton adalah penerus Mataram Islam yang menjadi payung semua kalangan, tanpa membeda-bedakan. Dan kami melihat semangat yang sama dalam pondok ini.”

Bacaan Lainnya

Gusti Kanjeng Ratu secara simbolis menyerahkan cinderamata kepada Syekh Muchtar, sebuah tanda kasih yang menyiratkan penghormatan, sekaligus harapan agar hubungan ini terus berlanjut dan bertumbuh.

Cinta Tanah Air 

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Syekh Muchtar menekankan pentingnya mendoakan negeri ini. “Selalu kita doakan bangsa Indonesia, seluruh rakyat tanpa kecuali. Itu pula yang kami warisi dari para guru,” tutur Syekh Mukhtar.

Tak hanya soal spiritualitas, diskusi juga menyentuh dimensi kebudayaan. Dani menuturkan keinginan Keraton untuk menjalin kerja sama lebih luas dengan pondok pesantren, terutama dalam pelestarian budaya dan penggalian sejarah leluhur. “Kita bisa belajar banyak satu sama lain. Metode bisa berbeda, tapi nilai-nilai kita sama—cinta tanah air, kasih kepada sesama, dan kedekatan kepada Tuhan.”

Menjaga Api Leluhur

Kunjungan ini mengingatkan kita bahwa hubungan antarlembaga budaya dan keagamaan bukanlah sekadar formalitas, melainkan warisan yang perlu dirawat dan dikembangkan.

Di tengah tantangan zaman, jalinan antara Keraton Surakarta dan Pesantren Shiddiqiyyah menjadi pengingat bahwa akar budaya dan spiritual bangsa ini sungguh dalam dan kaya, tumbuh dari nilai-nilai kasih, cinta tanah air, serta penghormatan kepada leluhur.

Pos terkait