Thomas memprakirakan, saat Maghrib pada 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi syarat MABIMS. Oleh karena itu, pemerintah kemungkinan besar akan menggenapkan bulan Ramadan menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal versi pemerintah akan jatuh pada 21 Maret 2026.
Sidang Isbat Tetap Jadi Penentu
Meskipun hitungan hisab sudah menunjukkan hasil yang cukup jelas, Kemenag meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Pemerintah akan tetap menggelar sidang isbat sebagai forum resmi penetapan kalender hijriah nasional.
Forum ini akan menggabungkan hasil perhitungan matematis (hisab) dengan pengamatan langsung di lapangan (rukyat).
”Keputusan akhir tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026,” tegas Arsad.
Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah memang kerap mewarnai perayaan umat Islam di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Menghadapi dinamika ini, pemerintah mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk dengan sabar menunggu keputusan resmi sidang isbat. Di atas segalanya, masyarakat diharapkan tetap mengedepankan sikap toleransi dan menjaga semangat ukhuwah Islamiyah dalam merayakan hari kemenangan.***





