Sepatu Bata, Produk Cekoslovakia yang Kerap Dikira Asli Indonesia

(Eingeschränkte Rechte für bestimmte redaktionelle Kunden in Deutschland. Limited rights for specific editorial clients in Germany.) Bata, Thomas *03.04.1876-12.06.1932+tschechischer Schuhindustrielleram Schreibtisch- um 1930 (Photo by ullstein bild/ullstein bild via Getty Images)

Ketika dia pulang kampung, Eropa mengalami perang yang dikenal sebagai Perang Dunia I (1914-1918). Berkat peristiwa itu, Bata mendapat order sepatu tentara dalam skala besar.

Menurut The Encyclopedia of the Industrial Revolution in World History (2014), diketahui jika Bata mampu memproduksi 50 ribu sepatu selama periode perang. Dari keuntungan order itu, Bata mampu berekspansi ke berbagai negara.

Bata memulai dari Swiss, lalu ke Inggris, Prancis, Belanda, Kanada, sampai negeri di Timur bernama Hindia Belanda. Jejak Bat’a di Hindia Belanda terdeteksi pada 1931 lewat pendirian gudang impor sepatu dengan merek Bata di Tanjung Priok, Jakarta.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana dipaparkan Entrepreneur Extraordinary: Biography of Tomas Bata (1968), lisensi perusahaan Bata dipegang oleh NV Nederlandsch Indische Schoenhandel Maatschappij Bata. Sayang, Tomas Bat’a tidak bisa melihat kesuksesan Bata di Hindia Belanda dalam waktu lama karena tewas dalam kecelakaan pesawat pada tahun 1932.

Kendati demikian, bisnis Bata tetap berjalan, dikelola oleh anaknya. Dan di Hindia Belanda, Bata sukses menjadi ‘raja sepatu’, usai mendirikan pabrik sepatu Bata di Kalibata, pada 1939.

Sejak itulah Bata tetap eksis, apapun tantangannya. Bahkan, di masa-masa sulit pun Bata tidak tutup.

Tak hanya dimiliki rakyat jelata, Sukarno pun tercatat menjadi pengguna sepatu Bata. Menurut kesaksian ajudannya, Maulwi Saelan dalam memoar berjudul Dari Revolusi ’45 sampai Kudeta ’66: Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa (2001), diketahui proklamator itu punya 3 dus sepatu Bata berisi 3 pasang sepatu untuk olahraga.

Eksistensi Bata tetap bertahan hingga saat ini. Produk Bata di seluruh dunia berada di bawah jaringan internasional Bata Shoe Organization.

Di Indonesia, lisensi Bata dipegang oleh PT Sepatu Bata Tbk (BATA). Merk ini juga memegang lisensi untuk merek lainnya, seperti North Star, Power, Bubblegummers, Marie-Claire, dan Weinbrenner.

(Toni)
Keterangan Foto Utama: Thomas Bat’a, pendiri perusahaan sepatu Bata. (Dok. Wikipedia)

Pos terkait