Sebelum Lima Aktivis NU Bertemu Presiden Israel, Gus Yahya Pernah Bertemu Netanyahu pada Tahun 2018

KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, ketika itu menjabat Sekjen PBNU, bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada 14 Juni 2018. FOTO: Istimewa
JAKARTA—Pertemuan lima aktivis Nahdlatul Ulama (NU) dengan Presiden Israel Isaac Herzog bukanlah pertemuan pertama antara pihak yang memiliki hubungan dengan NU dengan Israel. Pada tahun 2018, KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya—ketika itu belum menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)— bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.  

Pertemuan bermula ketika Yahya–yang kala itu menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU–menghadiri kegiatan American Jewish Committee (AJC) Global Forum di Yerusalem sebagai Katib Aam PBNU. Acara tersebut diselenggarakan oleh The Israel Council of Foreign Relation. Dia hadir atas undangan Universitas Tel Aviv.

Perihal kehadiran Yahya pada forum diunggah oleh seorang wartawan Israel bernama Simon Arann dalam status di akun Twitter-nya—sekarang X. Dalam unggahan tersebut, Arann menerangkan jika ulama senior Indonesia, yang juga Sekretaris Jenderal Forum Keagamaan NU, Yahya Cholil Staquf, akan memberikan kuliah di Institut Mendelin.

Sebagaimana dikutip dari NU Online, di hari pertama pembukaan kegiatan, pada Ahad, 10 Juni 2018, AJC mengadakan dialog dengan Yahya. Forum tersebut dimoderatori oleh Rabi David Rosen dari AJC International Director of Interreligious Affairs dan dihadiri 2.400 orang.

Bacaan Lainnya

Yahya ketika itu mengaku bahwa kehadirannya dalam forum tersebut didorong oleh kegelisahan dan kesedihannya karena penderitaan rakyat Palestina. Sikap tersebut dinyatakannya jelas melalui sambutan bertajuk Let Us Choice (Mari Memilih) di Forum AJC, Ahad malam, 10 Juni 2018 itu.

Sesi dialog tersebut rupanya diunggah di internet dan viral. Gus Yahya pun sontak dikenal banyak orang di Israel. Ketika dia jalan-jalan, banyak orang yang minta foto bersamanya.

Sebagaimana yang diceritakan Gus Yahya pada beberapa ulama setelah dia pulang ke Indonesia, sambutan dan apresiasi masyarakat Israel terhadap Gus Yahya begitu luas. Hingga akhirnya apresiasi itu sampai ke telinga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pada Senin siang, 11 Juni 2018, Gus Yahya dihubungi oleh Kantor Perdana Menteri Israel yang menyampaikan bahwa Netanyahu ingin bertemu dengan dirinya. Gus Yahya pun menerima undangan tersebut. Pertemuan diagendakan di Yerusalem pada Kamis, 14 Juni 2018.

Keesokan harinya, Selasa, 12 Juni 2018, Kantor Presiden Israel juga menghubungi Yahya. Mereka juga yang meminta kesediaannya untuk bertemu dengan Presiden Israel kala itu, Reuven “Ruvi” Rivlin. Pihak Kantor Kepresidenan kala itu dan juga menyampaikan bahwa Rivlin tidak mau didahului Netanyahu.

Pada Rabu, 13 Juni 2018, Yahya menjadi pembicara dalam forum AJC untuk tema “Shifting the Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation”.  Dia menyampaikan pidato akademis seputar isu geopolitik, yaitu mengubah konflik menjadi hubungan berbasis kerja sama.

Pos terkait