Riwayat Agresi Israel ke Iran: dari Pembunuhan Tokoh, Serangan Siber, hingga Serbuan Drone

Ilustrasi serangan Israel ke Iran. | Sora-Samudra Fakta
Memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah gara-gara Israel ‘berinisiatif’ memulai serangan besar-besaran ke Iran—seperti yang terjadi pada Jumat, 13 Juni 2025—bukan yang pertama terjadi. Israel—Zionis agresor ini—tercatat berkali-kali melakukannya. 

__________

Berikut riwayat serangan Israel ke Iran, dirangkum dari berbagai sumber:

💥 Serangan Fisik 

Bacaan Lainnya

🗓️ Januari 2010

Seorang profesor fisika di Universitas Teheran, Masoud Ali-Mohammadi, terbunuh akibat bom yang dikendalikan dari jarak jauh, yang ditanam di sepeda motornya. Pemerintah Iran menggambarkan Ali-Mohammadi sebagai ilmuwan nuklir.

🗓️ November 2010

Seorang profesor di fakultas teknik nuklir di Universitas Shahid Beheshti di Teheran, Majid Shahriari, tewas dalam ledakan mobil dalam perjalanan ke tempat kerja. Istrinya juga terluka. 

🗓️ Januari 2012

Mostafa Ahmadi Roshan, lulusan teknik kimia Iran, tewas akibat bom yang dipasang di mobilnya oleh pengendara sepeda motor di Teheran. 

Iran menyalahkan Israel dan AS atas serangan itu dan mengatakan Ahmadi Roshan adalah seorang ilmuwan nuklir yang mengawasi sebuah departemen di fasilitas pengayaan uranium utama Iran, di kota Natanz. 

🗓️ November 2020

Ilmuwan nuklir terkemuka, Mohsen Fakhrizadeh, tewas dalam serangan pinggir jalan di luar Teheran. 

Intelijen Barat dan Israel telah lama mencurigai Fakhrizadeh adalah bapak program senjata nuklir Iran. Dia dijatuhi sanksi oleh PBB pada tahun 2007 dan Amerika Serikat pada tahun 2008. 

🗓️ Mei 2022

Kolonel Hassan Sayyad Khodaei dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) ditembak lima kali di luar rumahnya di Teheran.


💥 Serangan Siber

🗓️ Juni 2010

Virus Stuxnet ditemukan di komputer pembangkit listrik tenaga nuklir di kota Bushehr Iran. Virus tersebut menyebar ke fasilitas lainnya.

🗓️ September 2010

Sebanyak 30.000 komputer di setidaknya 14 fasilitas terkena dampak. Setidaknya 1.000 dari 9.000 mesin sentrifugal di fasilitas pengayaan Natanz Iran hancur—menurut perkiraan Institut Sains dan Keamanan Internasional. 

🗓️ April 2011

Sebuah virus bernama Stars ditemukan oleh badan pertahanan siber Iran yang mengatakan bahwa malware tersebut dirancang untuk menyusup dan merusak fasilitas nuklir Iran. Virus ini meniru file resmi pemerintah dan menimbulkan “kerusakan kecil” pada sistem komputer. 

🗓️ November 2011

Iran mengatakan mereka menemukan virus baru bernama Duqu, berdasarkan Stuxnet. Para ahli mengatakan Duqu dimaksudkan untuk mengumpulkan data untuk serangan siber di masa depan. Pemerintah Iran mengumumkan pihaknya sedang memeriksa komputer di lokasi nuklir utama.

🗓️ April 2012

Iran menyalahkan AS dan Israel atas malware bernama Wiper, yang menghapus hard drive komputer milik Kementerian Perminyakan dan Perusahaan Minyak Nasional Iran. 

🗓️ Mei 2012

Iran mengumumkan bahwa virus bernama Flame telah mencoba mencuri data pemerintah dari komputer pemerintah. Wakil Perdana Menteri Israel saat itu, Moshe Yaalon, tidak mengkonfirmasi keterlibatan negaranya namun mengakui bahwa Israel akan menggunakan segala cara untuk “merusak sistem nuklir Iran”. 

🗓️ Oktober 2018

Pemerintah Iran mengatakan bahwa mereka telah memblokir invasi generasi baru Stuxnet, dan menyalahkan Israel atas serangan tersebut. 

🗓️ Oktober 2021

Serangan siber menghantam sistem yang memungkinkan warga Iran menggunakan kartu yang dikeluarkan pemerintah untuk membeli bahan bakar dengan tarif bersubsidi, sehingga memengaruhi seluruh 4.300 pompa bensin di Iran. 

🗓️ Mei 2020

Serangan siber berdampak pada komputer yang mengontrol lalu lintas maritim di pelabuhan Shahid Rajaee di pantai selatan Iran di Teluk, sehingga menyebabkan terhambatnya kapal yang menunggu untuk berlabuh.


💥 Serangan Drone Israel dan Lainnya 

🗓️ Januari 2018

Agen Mossad menggerebek fasilitas aman di Teheran, mencuri arsip nuklir rahasia.

🗓️ April 2018

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Israel menemukan 100.000 file rahasia yang membuktikan Iran berbohong karena tidak pernah memiliki program senjata nuklir. 

🗓️ Februari 2022

Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengakui dalam sebuah opini yang diterbitkan di The Wall Street Journal pada Desember 2023, bahwa Israel melakukan serangan terhadap kendaraan udara tak berawak, dan membunuh seorang komandan senior IRGC pada bulan Februari tahun sebelumnya. 

🗓️ Mei 2022

Drone bunuh diri quadcopter berisi bahan peledak menghantam kompleks militer Parchin di tenggara Teheran, menewaskan seorang insinyur dan merusak gedung tempat drone dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata. 

🗓️ Januari 2023

Beberapa drone bunuh diri menyerang fasilitas militer di Isfahan tengah, namun digagalkan dan tidak menimbulkan kerusakan. 

Meskipun Iran tidak segera menyalahkan serangan tersebut, utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menulis surat kepada Sekjen PBB yang mengatakan bahwa “penyelidikan awal menunjukkan bahwa Israel bertanggung jawab”. 

🗓️ Februari 2024

Pipa gas alam di Iran diserang. Menteri Perminyakan Iran Javad Owji menuduh bahwa “ledakan pipa gas adalah rencana Israel”.

_________

Kecaman Pemerintah RI

Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam agresi Israel yang dibalas dengan serang rudal oleh Iran. Pengamat menilai kecaman itu sudah tepat, apalagi bila mengingat tak hanya sekali-dua negeri Zionis lebih dulu menyerang negara Ayatollah Khamenei itu.

Menurut pakar Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI) Yon Machmudi, serangan Israel ke Iran kali ini adalah yang paling besar. Pasalnya, serbuan kali ini tak hanya menewaskan pimpinan militer Iran, tapi juga warga sipil dan merusak fasilitas militer serta nuklir milik Iran. 

”Kalau kita melihat posisi Indonesia, tentu selalu berusaha menjaga perdamaian dunia. Maka, Indonesia berharap kedua belah pihak untuk bisa menahan diri, melakukan deeskalasi. Tapi kecaman Indonesia terhadap serangan Israel di fasilitas maupun juga basis militer Iran itu sudah tepat,” kata dia dalam keterangannya, Sabtu, 14 Juni 2025.

Menurut Yon, serangan itu adalah bentuk agresi Iran kepada Israel. Sebagai negara yang mengedepankan perdamaian dunia, dia menyebut perlu ada langkah diplomasi dari Indonesia bersama negara-negara kawasan lainnya. 

”Maka, peran dunia internasional, saya kira, penting untuk melihat masalah akar utama: konflik. Sehingga itu bisa diselesaikan dengan cara-cara diplomasi. Bukan melalui peperangan, yang itu saya kira dampaknya akan sangat besar. Tidak hanya bagi kawasan, tapi juga saya kira akan berdampak ke global secara umum,” tegasnya. ***

Pos terkait